RSS

puisi tumpuan rasa dan kuniatkan

Tumpuan Rasa

Di kala senja bersama langit biru
Tak kan kubiarkan kekandasan menghampir
Karena banyak tumpuan yang harusku jadikan ruangku
Karena aku harus mencapai mega jelang nur nan sunyi & tentram
Dalam langkahku mencapai tumpuan
Terik surya menyilaukanku
Deru debu menyosong kegelapan
Seruan angin membisik dentum meriam
Serta air meruangkan ku menyeretku
Tuk bisa menerjang dengan ketulusan
Teruanglah ku dalam pantai
Menjadi mutiara diantara butir-butir pasir yang berserakan


K U N I A T K A N

Tak ingin kuhentikan
Aliran air kehidupan ini sampai di sini
Lebih utama jika ku pergi jauh
Jauh dari lamunanmu di balik tirai
Jauh di mukamu dengan riang wajah ini
Ingatlah harapanmu kala itu
Hampir saja pecah
Itu karena rasa ini
Karena aku yang ada dalam bayangmu
Biarkan tangisku berlalu selama 7 tahun mendatang
Hentilah tangis ketika aku dan dirimu bersama dalam bunga kesuksesan
Takkan ku biarkan tangismu dan tangisku
Tertadah dalam waktu yang lama
Hanya karena rasa ini..
Salam kasihku
Jadilah nur dalam kalbuku
Jadilah angin yang menyejukkan jiwaku
Dan jadilah pejuang yang berjihad demi rasa ini…..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar