RSS

Cinta Terindah yang Terlupakan...



Saya sering patah hati, dan saya tahu sebabnya.
Apa? Ada yang tahu? Em sepertinya sudah bukan hal yang rahasia lagi, apalagi sekarang zamannya mental milenial mudah terbuai dengan kata-kata galau.
Ya, termasuk saya. (Menertawakan diri sendiri, sadar betapa bodohnya saya.)
Iya, berharap kepada orang lain.
Benar sekali.

Saya lupa, kalau saya punya cinta terindah.
Eh bukan lupa si...
Mungkin terlena, lalai, terbuai akan dunia...
AL-QUR'AN, cinta penghubung antara saya dan Dia, imam, penerang hati, petunjuk dan cinta istimewa dari-Nya...
🌹❤Al-Qur'an, rayu aku setiap napasku untuk bisa lebih dekat dengan-Nya... ❤🌹

Alhamdulillah 🙏😇

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Enggan Mencintaimu


Tuan, dari sekian banyak orang yang aku kenal, kaulah yang paling jahat, kejam, dan menyebalkan...
Itulah faktanya...
Kau berhasil membuatku seolah-olah tak memiliki ruang untuk bernapas lega...
Rasanya dunia ini hanya memberiku satu ruangan saja, dan aku akan bertahan jika kau ada di sisiku...
Itu sangat kejam Tuan.

Hatiku telah lumpuh atas nama kasih sayang.
Bisakah kau meluluhkan hati kembali?
Kembali kepada keadaan sebelumnya?
Sampai detik ini aku sadar, bahwa aku tidak akan pernah kuat jika aku menyandang cinta.
Aku tak mampu menyanggah rasa rindu.
Aku tak mampu menyanggah rasa sepi.
Ngianganku hanya kau.
Semua itu terus saja menyiksaku.
Bisakah kau kembalikan hatiku pada keadaan semula?
Keadaan yang tak pernah acuh akan kehadiranmu?
Keadaan yang penuh kebebasan bernapas di bumi ini?

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Cinta dan Rasa Hormat


Pada dua matamu aku terpikat,
Pada arif sikapmu aku terpukau,
Pada bahumu aku ingin berlabuh,
Pada jiwamu aku ingin pulang.

Wahai jiwa yang bijaksana,
aku ingin mencintaimu dengan sederhana.
Wahai jiwa pengelana,
aku ikhlas, aku serahkan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Tuan, mungkin sering kali aku jatuh cinta. Jauh sebelum aku mengenalmu, tak hanya sekali dua kali, mungkin lebih dari itu. Pujangga bilang rasanya jatuh cinta itu sakit Tuan. Ternyata benar, memang sakit. Lebih baik membangun cinta.

Sejujurnya pertemuan pertama, kedua aku tak acuh akan kehadiranmu. Namun, pertemuan-pertemuan berikutnya entah mengapa banyak hal menarik dalam dirimu. Aku percaya bahwa mencintai tak cukup dengan rasa cinta, namun perlu adanya rasa hormat.

Dalam dirimu banyak hal yang aku cintai dan banyak pula hal yang bisa aku hormati. Perangaimu dan arif sikapmulah yang harus kuhormati dan caramu membantuku memecahkan masalahpun sama halnya.  Entah mengapa mencintaimu terkadang terasa melelahkan dan menjengkelkan, karena aku hanya diam, dan kau pun sama, hanya diam.

Hampir satu tahun pertemuan kita, aku sangat bersyukur, karena caramu memperkenalkan dirimu yang begitu unik dan berciri khas. Sebelumnya aku enggan berkenalan dengan orang yang sepantaran lebih dalam. Namun, hadirmu, menepis rasa sungkanku. Terima kasih telah menjadi guru kehidupanku. Kau guru kehidupan yang baik, baik, dan baik...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Aku, Serpihan Kaca...



Ya Allah, sesungguhnya aku merasa gagal dalam memimpin diriku sendiri. Perumpamaan wanita sebagai gelas kaca di ujung meja. Lantas dengan sengaja aku menjatuhkan diriku dari ketinggian hingga menjadi serpihan tajam berserakan di lantai...

Ya Allah, aku sekumpulan salah, aku yang tak mampu dan tak tahu arah melangkah... Bimbinglah langkahku... Aku tahu serpihan kaca itu tak dapat menyatu kembali... Namun, setidaknya dari serpihan kaca yang tajam itu aku bisa mengabdi kembali dalam bentuk yang berbeda...

Berikanku kesempatan kedua... 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Mengapa Harus Menikah?




Jauh dalam lubuk hatiku, aku mengagumi dan mencintai seseorang. Rasanya tak ingin melewati hari tanpanya, walau hanya sedetik. Ingin rasanya selalu bersamanya. Ini perasaanku yang kupendam dalam-dalam, dan mungkin akan terbaca oleh orang lain melalui tatapan mataku saat kujumpa denganmu.

Hatiku teramat rapuh, hancur rasanya jika kutahu bahwa aku mencintainya hanya sepihak. Untungnya aku diselamatkan oleh waktu, yang sampai saat ini aku belum bisa tahu pasti bagaimana perasaan pria itu. Sejauh ini terkadang aku mencuri perhatiannya, barang seminggu dua kali atau tiga kali. Barang lima menit atau sampai tiga jam.

Sungguh perasaanku sudah tak tertahan lagi, andai sejauh ini cinta boleh kuungkap, akan kuungkapkan. Huh mengapa mencintaimu terkadang terasa berat? Merindukanmu setiap detik sampai ujung waktu pertemuan. Sirna saat bertemu, dan kembali merindu saat berpisah.

Terkadang karena kurasa terlalu berat merindukanmu. Saat itu juga kurasa tak mau lagi berjumpa dengan siapapun selain dirimu. Karena kukhawatir akan merindukan orang lain selain dirimu, dan mengakibatkanku memiliki berjuta-juta rindu, yang tak pasti terobati.

Jalan yang harus kutempuh untuk menghilangkan rindu itu adalah selalu bertemu denganmu bukan? Yaitu dengan cara menikah. Tapi lagi-lagi banyak tanya dalam benakku. Mengapa kita harus menikah?

Dalam bayanganku menikah itu berat. Hal yang pertama kali aku terima adalah mendadak harus bangun pagi tanpa sapaan ayah ibuku. Harus menyiapkan sarapan untukmu, barang sesuap, dan selalu harus memperhatikanmu. Aneh bukan?

Selanjutnya, bagaimana dengan kewajibanku? Menjadi istri paruh waktukah? Setelah sama-sama lelah bekerja, aku harus menyiapkan segala keperluanmu. Barang sejenak berbincang-bincang dengamu. Baiklah itu tak masalah, akan kujawab tantangan itu.

Namun, kepastian berikutnya akan hadir malaikat kecil dalam kehidupan kita. Sepanjang waktu akan dipenuhi tangis, lelah dan berganti pula rutinitas kita. Tidak cukup sampai situ payahnya. Kau dan aku berkewajiban mendidiknya.

Mendidik malaikat kecil kita tak semudah membuat secangkir kopi Pak. Sangat berat. Mungkin seperti proses menanam padi, banyak proses yang harus dilalui. Butuh ilmu untuk itu semua.

Lalu mengapa kita harus menikah? Jika semuanya tentang kepayahan? Itu pola pikirku. Sehingga saat dilanda cinta, dan menuju pernikahan yang penuh payah. Saat itu pula kutak mau berjumpa dengan seorang pun yang bisa membuat kukagum. Lalu berencana menyiapkan segalanya dengan baik. Aku butuh waktu, butuh ilmu, dan butuh cinta, kasih, dan sayangmu kelak Tuan. Maka marilah sama-sama memantaskan diri.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Teks dan Konteks Sastra


BAB 2
PEMBAHASAN


A. PENGERTIAN TEKS
       Pengertian Teks Luxemburg (1986: 86) menyatakan bahwa teks ialah ungkapan bahasa yang menurut isi,  sintaksis,  dan pragmatik merupakan suatu kesatuan.  Dalam praktek ilmu sastra,  teks hanya dibatasi pada teks-teks tertulis. Mengapa demikian? Karena semata-mata secara teori ungkapan bahasa lisan pun,  asalkan merupakan suatu kesatuan termasuk teks. Tentu saja kesatuan yang dimaksud harus terdiri atas kesatuan isi,  sintaksis,  dan pragmatik.
        Kesatuan pragmatik,  artinya dinamakan sebuah teks jika ungkapan bahasa yang dilakukan oleh pelaku komunikasi dalam suatu konteks sosial tertentu merupakan suatu kesatuan yang bulat. Adapun pengertian pragmatik Luxemburg(1986: 86)  berpendapat bahwa pragmatik ialah ilmu mengenai perbuatan yang kita lakukan bilamana bahasa dipergunakan dalam suatu konteks tertentu.  Jadi,  istilah ini tidak sinonim dengan praktis seperti dimaksudkan dalam penggunaan bahasa sehari-hari.  Sebuah teks dapat tersusun dari runtutan tindak bahasa yang berasal dari berbagai juru bicara dan saling bereaksi satu sama lain.  Misalnya,  dalam teks dialog,  di mana teks dialog tesebut dapat kita jumpai lebih dari satu orang pembicara.
        Kesatuan sintaksis, artinya sebuah teks harus menunjukkan adanya kebertautan satu sama lain secara konsisten. Misalnya, Dina sudah menikah la mempunyai tiga orang anak. Di sini, kata "ia” menunjukkan kepada Dina; kalau kata "ia” tidak menunjukkan Dina, maka teks tersebut menunjukkan adanya dua kalimat yang lepas antara satu dengan yang lainnya. Lebih lanjut Luxemburg(1986: 88) menyatakan bahwa unsur-unsur bahasa yang menpunyai fungsi sebagai penunjuk intern dan yang menghematkan usaha untuk mengeksplisitkan sesuatu seperti "ia" dan "nya” disebut anafora. Dalam suatu teks semua unsur anaforik harus menunjukkan kepada anteseden yang sama (misalnya kata "ia"  harus menunjukkan orang yang sama).
       Kesatuan semantik,  yang dituntut sebuah teks dalam kesatuan semantik di sini adalah tema dari keseluruhan semua unsur tersebut. Artinya,  tema yang berfungsi sebagai penafsiran makna dari simbol-simbol suatu teks. Menunjukkan tema saja tidak memadai jika kita ingat akan kompleksitas semantik sebuah teks, bahkan sebaliknya. Maka pengertian "tema"  Luxembourg (1986: 89) berpendapat tidak dimaksudkan agar secara memadai menyajikan kompleksitas semantik itu. Bila kita merumuskan sebuah terna, kita baru memberikan suatu penafsiran menyeluruh yang memungkinkan kita untuk meninjau teks itu sebagai suatu keseluruhan Kemudian kita dapat meninjau bagaimana tema itu tersusun.
       Dalam teks-teks yang ingin meyakinkan pembaca atau pendengar, maka kesatuan-kesatuan itu adalah alasan-alasan yang diajukan. Maka dari itu diperlukan sebuah istilah yang lebih umum dan menunjukkan kesatuan-kesatuan semantik setiap teks. Istilah tersebut Luxemburg (1986: 89) menyatakan sebagai motif. lstilah ini dijumpai pada karya formalis Rusia. Luxembourg(1986: 89) berpendapat bahwa "motif”  yang dimaksudkan di sini ialah setiap kesatuan semantik yang bersama-sama dengan kesatuan-kesatuan semantik lainnya di dalam teks,  mewujudkan tema.Pengertian ini mencakup suatu tangga kesatuan-kesatuan.
       Motif-motif tersebut secara langsung dapat disimpulkan dari teks dan biasanya bersifat kongkret. Temanya itu tidak dengan sendirinya harus secara eksplisit dapat dirumuskan dan bersifat abstrak. Tema di dalam sebuah teks dapat disimpulkan dari keseluruhan motif dengan menempatkan motif-motif itu di bawah satu pengertian lewat jalan abstraksi. Sebuah motif yang melukiskan sebuah situasi disebut oleh Luxemburg(1986: 90) dengan istilah sedangkan motif yang menunjukkan perubahan,  sepert peristiwa disebut dinamik.

B. PENGERTIAN KONTEKS
       Pengertian teks berdasarkan definisi diatas berarti teks adalah satu kesatuan pragmatik, sintaksis, dan semantik. Sedangkan pembahasan mengenai konteks Zulfahnur (2011: 2.17) menyatakan bahwa konteks adalah fungsi yang diacu oleh teks. Dengan demikian, teks dan konteks adalah dua hal yang tak dapat dipisahkan. Artinya l, munculnya teks dan konteks ini selalu bersamaan setiap teks pasti ada konteks yang dirujuk.

C. TEKS DAN KONTEKS
       Untuk dapat mendeskripsikan faktor penentu sebuah teks, diperlukan cara pandang bahwa teks harus dilihat sebagai sebuah pesan dalam situasi komunikasi. Jakobson dan Luxemburg (1986: 90) menganalisis enam faktor yang perlu diperhatikan dalam setiap tindak komunikasi. Keenam faktor tersebut di antaranya: 1) pemancar, 2) penerima, 3) pesan (teks sendiri) 4) kenyataaan atau konteks yang diacu oleh pesan, 5) kode yang merupakan perwujudan pesan, 6) suran yang menyalurkan pesan.
       Namun keenam faktor tersebut akan dibahas enam faktor bagian besarnya saja, yaitu: 1) pemancar dan penerima, 2) konteks, 3) kode dan saluran/kontak, 4) teks sebagai pesan

1. Pemancar dan penerima

       Pemancar teks adalah pengarang yang ingin menulis teksnya dengan makaud tertentu. Sedangkan, penerima pesan teks adalah si pembaca atau penonton ingin mempunyai suatu maksud, misalnya agar pembaca itu terhibur atau tertawa. Dampak dan tujuan yang disajikan dalam pemancar teks tidak sama, namun terjadi komunikasi yang hebat antara si penerima pesan teks tersebut.

2. Konteks
       Seperti yang telah diuraikan di atas bahwa yang dimaksud dengan konteks adalah fungsi yang diacu oleh teks. Fungsi ini ada dalam setiap ungkapan bahasa , seperti sistem tanda dalam bahasa pun memiliki pesan, fungsi acuan dan fungsi yang di rujuk. Pesan terseut dapat dikaitkandengan pikiran, perasaan, dan ide-ide mengenai segala sesuau yag ada atau yang mungkin ada. Kejadian-kejadian fantastik dalam sebuah dongeng misalnya tidak akan terjadi dalam kenyataan, tetapi unsur-unsurnya berkaitan dengan pengertian mengenai sebuah hal yang memang masuk akal.
       Selanjutnya, Hartoko dalan Zulfahnur (2011: 2.20) berpendapat bahwa konteks selain terdiri atas bayangan kita mengenai dunia nyata atau mungkin ada, konteks juga membahas pola kejadian dalam dunia. Artinya, segala kejadian yang ada di dunia fiksi lebih mencerminkan kehidupan nyata yang ada di dunia. Lebih lanjut Luxemburg (1986: 91) membagi dua motif, yaitu motif statik dan motif dinamik. Motif-motif statik terjadi jika pola kejadian dalam urutan sinkron, sedangkan motif dinamik terjadi jika pola kejasian dalam keadaan diankronik.

3. Kode dan saluran atau kontak
Zulfahnur (2011:2.20) menyatakan bahwa kode adalah sebuah sistem yang terdiri atas sejumlah kaidah,janji, dan kaidah-kaidah “alami” yang merupakan dasar untuk memaknai tanda-tanda pada makna yang diacunya. Kode pertama, dinamakan kode primer. Kode-kode primer yang berlaku pada teks-teks adalah kode bahasa yang dipakai untuk mengutarakan teks yang bersangkutan, seperti kode yang terdapat dalam kamus dan pedoman tata bahasa. Selain itu, teks-teks btersusun menurut kode-kode lain yang disebut kode sekunder. kode sekunder bahan atau materialnya terdiri atas sebuah sistem lamabang primer, yakni bahasa. Yang termasuk dalam kode sekunder dan digunakan dalam teks-teks untuk mengalihkan arti, misalnya struktur cerita prinsip-prinsip drama, bentuk-bentuk argumentasi, dan sistem-sistem metric. Kode-kode yang tiap hari kita jumpai misalnya, kode yang sering muncul dalam iklan baik itu media cetak maupun noncetak.
Penggunaan kode-kode bahasa yang sering dimunculkan pengarang dalam karya-karyanya, misalkan supernova yang ditulis Dewi Lestari, pengarang muda yang sering dikenal dengan sebutan Di dan merupakan anggota kelompok musik Rida Sita Dewi. Dalam novel tersebut ditampilkan banyak kode, berupa istilah-istilah fosika, astronomi, dan ilmu eksata yang lain. Hal ini tentu memunculkan suatu paradigma bahwa si pengarang sangat memiliki kemampuan yang lebih sehingga ia dengan penuh keluwesan menggambarkan kode-kode “sulit” tersebut dengan amat gambalang, termasuk pemilihan judulnya supernova (Zulfahnur,2011:2.20).
Agar tujuan yang diberikan pemancar dapat diterima dengan baik, setiap kode yang diberikan harus jelas, kontak yang dijalin pun harus benar, sebab syarat material yang harus dipenuhi agar komunikasi dapat terjalin dengan baik adalah adanya kontak. Gambaran yang disampaikan oleh pemancar pun harus dapat diterima dengan jelas oleh penerima karena tidak menutup kemungkinan banyak teks yang dibaca setelah teks tersebut ditulis puluhan, bahkan mungkin ratusan tahun yang lalu, contohnya Don Kisoot. Cerita Don Kisoot yang dikarang Alexandre Dumas pada awal abad ke-20-an harus tetap dimaknai sama jika kita membacanya pada masa mendatang (Zulfahnur, 2011:2.21). Artinya, segala hal yang ingin disampaikan pengarang harus tetap kita cerna sama. Adapun sarana yang harus dipenuhi untuk mempersatukannya, untuk tetap menjalin kesamaan cara pandang antara pengarang, karya sastra dan pembaca diperlukan kontak Walaupun ada perbedaan dalam cara pandang, perbedaan tersebut biasanya hanya pada masalah latar belakang budaya dan aspek pemasaran.  Timbulnya latar belakang budaya disebabkan karena adanya perbedaan antar generasi yang berbeda. Sedangkan pemasaran berkaitan dengan kegiatan cetak ulang suatu karya, di mana penerbit harus mengubah tata ejaan yang digunakan sebuah teks, termasuk juga di dalamnya tata letak dan unsur-unsur yang berkenaan dengan aspek penerbitan. Dalam proses cetak ulang ini dapat menyebabkan turunnya kontak disebabkan adanya sedikit perbaikan dalam naskahnya.

       Dalam proses komunikasi anatara dua orang atau lebih, teks berfungsi sebagai penyampaian pesan, yakni sejumlah tanda yang merujuk pada makna-makna tertentu. Artinya komunikasi yang dijalin akan mengarah pada pesan sehingga akhirnya melahirkan pembaca “ideal”, pembaca yang bisa menyetujui pengandaian yang dimaksud oleh pengarang dalam karyanya. Misalnya beberapa tahun yang lalu dimuat serbuah iklan dalam sementara surat kabar di Afrika Selatan yang berbunyi sebagai berikut, “Pada Hari Jadi Republik, kita hadiahkan seorang anak kulit putih kepadanya”. Secara implisit diutarakan bahwa anak-anak kulit putih lebih berharga daripada anak-anak kulit hitam, dan bahwa para pembaca menyetujui pendapat itu (Luxemburg, 1986: 94).

D. ANEKA JENIS TEKS

       Teks-teks yang terdapat dalam sebuah karya sastra dapat digolongkan menjadi beberapa bagian. Berdasarkan fungsi yang terdapat dalam teori komunikasi, jenis teks dapat dibedakan menjadi 4 bagian. Pengertian fungsi sendiri Luxemburg (1986: 94-95) menyatakan bahwa fungsi ialah keseluruhan sifat-sifat yang Bersama-sama menuju tujuan yang sama serta dampaknya. Fungsi dapat diukur sejauh mana tujuan teks (yang dapat dibaca dari teks) bersatu padu dengan dampaknya (sejauh mana ini dapat dilacak). Jenis-jenis teks yang dimaksud oleh (Luxemburg, 1986: 95-99) antara lain: 1) teks acuan; 2) teks ekspresif; 3) teks persuasif; 4) teks-teks mengenai teks; 5) teks-teks yang berfungsi social; dan 6) teks-teks sastra.

1. Teks Acuan
      Walaupun setiap teks selalu memiliki makna yang dapat dibaca dan memiliki sebuah aspek acuan, namun sebuah teks baru bisa dikatakan referensial jika fungsi utamanya mengatakan sesuatu mengenai atau mengacu yang konteks, yaitu dunia real atau dunia yang mungkin ada. Teks acuan dapat dibedakan menjadi 3, yakni a) teks informatif; b) teks diskursif; c) teks instruktif (Luxemburg, 1986: 95-96).

a. Teks Informatif
       Sebuah teks dikatakan sebagai teks informatif jika teks yang ada itu menyajikan
berita faktual, tanpa diberi komentar, sekalipun tidak ada teks yang isinya informatif “melulu”. Contoh sederhananya, “Dilarang Masuk” dalam ruangan khusus hanya bersifat informasi belaka tetapi juga anjuran untuk tidak masuk dalam ruangan khusus itu. Meskipun seseorang akan tetap masuk, mungkin orang tersebut akan ditegur oleh orang lain yang berada dalam ruangan khusus tersebut. Contoh lain yang tidak bermakna ganda, teks tentang peta Indonesia. Dalam teks tersebut ditampilkan bentangan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, termasuk nama-nama kotanya yang tentu saja merujuk pada satu pengertian tentang wilayah Indonesia (Zulfahnur, 2011 : 2.23).

b. Teks Diskursif
       Sebuah teks diskursif mengaitkan fakta secara bernalar. Tipe ini jarang sekali dijumpai dalam bentuk murni. Artinya, kaitan-kaitan yang diadakan antarfakta memang merupakan tanggungjawab pengarang, tetapi melalui penalaran yang eksplisit ia harus mempertanggungjawabkan kaitan-kaitan tersebut. Jika penalarannya tidak bersifat eksplisit, kadar kediskursifannya akan berkurang dan ini yang dinamakan dengan manipulasi. Pengarang mempengaruhi jalan pikiran pembaca, padahal pembaca mungkin tidak mengecek apakah jalan pikirannya dipengaruhi oleh pengarang atau tidak.
c. Teks Instruktif
       Teks yang ketiga yaitu teks instruktif. Teks instruktif ini merupakan teks yang berupaya memberikan tuntunan atau pegangan sehingga pengetahuan atau keterampilan pembaca secara sistematis dapat diperluas. Teks instruktif ini terdiri dari suplemen bahan ajar, buku pegangan, buku-buku perkuliahan, dan buku petunjuk tentang memperbaiki sesuatu.

2. Teks Ekspresif
       Sebuah teks dapat dikatakan ekspresif jika fungsi utamanya ialah mengungkapkan perasaan, pertimbangan, dan sebagainya dalam diri seorang pengarang. Luxemburg (1986 : 96) mengemukakan bahwa istilah “teks instruktif” biasanya dikatakan dengan puisi lirik, tetapi tidak semua bentuk puisi dapat digolongkan pada jenis ini, sedangkan sejumlah teks besar prosa bersifat ekspresif.
       Karya sastra yang memiliki karakteristik keekspresifan dalam bentuk teks yang sebagian besar teks prosa itu antara lain cerpen, novel, ataupun prosa. Seorang pengarang karya sastra dapat menampilkan beberapa tokoh fiktif sebagai acuan, yang bertindak sebagai juru bicara yang akan mengungkapkan gagasan-gagasannya. Hal ini dapat memberikan keuntungan bagi pengarang, Karena ia dapat saja mengambil jarak-jarak terhadap perasaan-perasaan yang diungkapkan dengan sarana-sarana yang halus sekali. Namun, bagi seorang pembaca kritis akan dapat langsung menerka kesan dari pengarang dalam diri seorang tokoh yang ditampilkan, tetapi ini perlu ditindaklanjuti kebenarannya dan hanya sebatas sebagai praduga.
       Salah satu contoh yang diberikan oleh Zulfahnur (2011: 2.24) novel Berkisar Merah karya Ahmad Tohari. Novel tersebut mengisahkan tentang figur Eyang Mus, seseorang dengan figur madanin dengan ketaatan beribadah yang tinggi senantiasa memberikan nasihat-nasihat dan wejangan kepada segenap tokoh-tokoh yang muncul dalam novel tersebut, misalnya kepada Darsa yang sedang kalut Karena terbukti menghamili Sipah. Demikian juga kepada Wiryaji dan Mbok Wiryaji, kedua orangtua Lasi yang sedang berduka karena anaknya harus menemui kenyataan pahit, dikhianati suaminya, Darsa. Dalam setiap sumbang saran yang diberikan Eyang Mus, nasihat-nasihat ringan tapi dalam maknanya kerap diungkapkan. Tokoh Eyang Mus ini, boleh jadi, merupakan kloning (kembaran) dari Ahmad Tohari.

3. Teks Persuasif
       Teks persuasif memiliki fungsi utama, yaitu mempengaruhi pendapat, perasaan, dan perbuatan pembaca. Teks persuasif ini dapat dijumpai sehari-hari dalam dunia iklan, pendidikan, penganjaran, dan pers opini. Teks persuasif dapat dibagi menjadi dua, yaitu teks evaluatif dan teks direktif. Teks evaluatif berfungsi untuk mempengaruhi pendapat dan perasaan pembaca, salah satu diantaranya adalah resensi-resensi buku. Sedangkan, teks direktif berfungsi untuk mempengaruhi kelakuan pembaca. Teks direktif juga sering bersifat evaluatif. Artinya, teks ini memiliki dua peran sekaligus, yakni mempengaruhi pendapat sekaligus mempengaruhi kelakuan pembaca. Misalnya, karena propaganda politik, dengan cara menerbitkan biografi tokoh yang sedang menjadi sorotan, seorang pembaca dapat meninjau kembali pendapatnya, lalu mengubah pendiriannya untuk memberikan suaranya pada tokoh tersebut.
       Strategi dalam meniliti teks-teks persuasif dapat ditujukan kepada dua pertanyaan yang berbeda-beda menurut tujuan yang ditentukan oleh seorang peneliti. Jika peneliti ingin tahu apakah teks tersebut itu “jujur” atau apakah cukup bersifat diskursif, maka ia harus memperhatikan apakah dengan alasan-alasan eksplisit dapat dinalarkan. Teks-teks persuasif yang menggunakan alasan-alasan implisit (tidak dapat dikontrol) disebut persuasif-manipulatif . teks-teks persuasive ini juga memiliki beberapa kriteria yang harus senantiasa dipegang untuk mengurangi dampak yang mungkin timbul. Misalnya, sebuah iklan perawatan tumbuh yang dikeluarkan oleh sebuah instansi atau perusahaan, dapat menjadi boomerang bagi produsen jika dalam sisi penyajian tersebut mengabaikan aspek logika, baik dari bahasa maupun substansi yang diiklankan.

4. Teks-teks Mengenai Teks
       Beberapa teks memiliki fungsi utama untuk mengadakan refleksi mengenai teks-teks. Teks-teks mengenai teks atau secara lebih luas, teks-teks mengenai bahasa, terdapat dalam semua buku mengenai ilmu bahasa. Dalam sastra sering terjadi bahwa bahan utama sebuah teks adalah teksnya sendiri. Teks-teks yang serupa dengan itu tidak bersifat referensial, tetapi pendapat itu tidak benar. Pertama, karena setiap ungkapan bahasa bersifat referensial dan sifat pokok dari sebuah bahasa adalah mengacu, mengadakan referensi. Kedua, teks yang dibahas dalam sebuah teks, juga merupakan bagian dunia. Artinya, teks-teks itu merupakan teks-teks referensial yang istimewa, dan merupakan suatu golongan tersendiri.
        Teks-teks sastra yang membahas kesastraan disebut dengan teks meta-sastra, teks-teks yang memuat beberapa sajak disebut dengan meta-puisi. Sedangkan teks-teks mengenai bahsa disebut meta-bahasa. Contoh sederhana dari teks-teks mengenai teks antara lain kumpulan cerpen seorang pengarang dalam satu teks, atau teks-teks cerpen terbaik yang [ernah dimuat dalam media masa.

5. Teks-teks Yang Berfungsi Sosial Mengenai Teks
       Ungkapan bahasa yang berfungsi sosial hanya terbatas pada kontak fisik. Dalam sastra, teks-teks yang berfungsi sosial jarang kita dapati. Namun, ada bagian-bagian teks, kalimat-kalimat atau dialog-dialog singkat yang mempunyai fungsi sosial. Banyak ungkapan yang rupanya mempunyai dungsi lain sebetulnya diucapkan untuk menjalin kontak. Begitu juga dengan kebudayaan Indonesia, bila kita berjumpa dengan orang lain, kita bertanya “Ke mana?” sebetulnya kita tidak ingin tahu orang itu kemana, kita hanya menanyakan itu untuk menjalin kontak sosial (Luxemburg, 1986: 98-99).

6. Teks-teks Sastra
       Jakobson dalam Luxemburg (1986: 99) pernah mengadakan suatu usaha untuk membatasi secara tersendiri teks-teks sastra dalam kerangka teori komunikasi. Oleh Jakobson dalam Luxemburg (1986: 99) fungsi literer (puitic function) dibatasi sebagai fungsi yang mengarahkan perhatian kepada pesan, kepada teks sendiri. Pembatasan teks-teks sastra tersebut ada untung dan ruginya. Untungnya, dengan diadakan banyak penelitian mengenai teks sendiri dalam kompleksitasnya, teks-teks sastra tersebut lepas dari fungsi acuan atau fungsi ekspresifnya. Ruginya, otonomi karya seni ditekankan secara berat sebelah. Artinya, teks-teks yang bersifat sastra tidak hanya berlaku dalam anggapan bahwa sebuah karya seni bersifat otonom, melainkan juga bahwa karya itu memenuhi salah satu fungsi.
       Sebuah teks bersifat sastra bila ia berfungsi sebagai sastra, yaitu bila sekelompok pembaca, termasuk si peneliti, membaca teks sebagai hasil sastra. Ada beberapa pendapat yang menganggap unsur foregrounding, menekankan teks sendiri, sebagai ciri khas bagi sastra. Menurut pandangan ini, isi atau fungsi referensial diikutsertakan. Isi teks yang bersifat menarik atau bersifat baik secara moral atau “tipikal” dapat diartikan sebagai sifat sastra konvensional atau hanya secara tidak langsung berkaitan dengan dunia pengalaman.


BAB III
PENUTUP


A. SIMPULAN
       Berdasarkan beberapa pendapat disimpulkan bahwa teks adalah suatu kesatuan bahasa baik lisan maupun tulisan yang memiliki isi dan bentuk yang saling berkaitan. Konteks adalah fungsi yang diacu oleh teks. Teks dan konteks saling berkaitan satu sama lain. Teks tanpa adanya konteks tidak akan menjadi kesatuan yang pragmatik, sintaksis dan semantik.
      Aneka jenis teks dapat dibedakan dan dipahami dengan adanya konteks. Konteks yang berbeda-beda itulah yang menentukan jenis teks. Adanya konteks dalam teks memberikan pemahaman yang baik bagi pembaca atau pendengar yang membaca atau mendengarkan teks tersebut

B. SARAN
       Ketika kita berbicara atau menulis, sebaiknya kita perhatikan teks dan konteksnya, agar pendengar atau pembaca dapat memahami konteks atau maksud suatu hal yang kita bicarakan atau disampaikan.

DAFTAR PUSTAKA


Fatimah, dkk. (2014), Teori Sastra. Tangerang: Pustaka Mandiri.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Bukan Mengekang Nak, Kami Sayang


Banyak anak-anak yang menganggap, bahwa orang tua mereka selalu mengekang mereka. Padahal orang tua tidak bermaksud untuk mengekang, hanya saja orang tua kita sayang sama kita. Sekiranya berada pada titik ketidaknyamanan, mungkin orang tua kita sudah bingung dan lelah menghadapi kita. Saat seperti ini, kalian harus sadar, betapa besar cinta orang tua kita untuk kita?

Renungkanlah sejenak dalam sunyi, mengapa mereka (orang tua) menyayangi kita dengan cara seperti ini? Seolah-olah mengekang? Keras, dan egois? Detik itu juga, bercerminlah, adakah yang salah pada diri kita? Adakah perkataan, perbuatan, dan pemikiran yang tidak baik? Introspeksi diri Nak... Tak ada asap, jika tak ada api.

Malam ini saya belajar dari sebuah curahan hati seorang anak yang mengeluh kesahkan dirinya. Ia merasa terkekang dengan sikap orang tuanya yang selalu saja menjemput dan memanggilnya untuk pulang "Nak, pulang, sudah malam." Padahal hal seperti itu wajar Nak, jangan merasa terkekang, itulah isi hati orang tua, selalu khawatir di mana anaknya berada.

Kau tahu Nak, cinta itu indah, cinta itu anugerah, bahkan bisa jadi cinta itu ujian. Kamu adalah buah cinta, tak mungkin mereka akan mengekangmu. Itulah cara orang tuamu mencintaimu, selalu perhatian kepadamu. Jika memang kau tak mau mendengar suaranya nan indah "Nak pulang,  sudah malam." Maka ingatlah waktu, ketika kau main, jangan seenaknya saja.

Main itu tidak dilarang, justru bagi saya main adalah kebutuhan, kebutuhan jiwa agar tak jenuh. Tapi kalau main ingat waktu, bukan sehari semalam habis untuk bermain. Mubazir waktu itu namanya, dan orang yang tak dapat menggunakan waktu dengan baik ia akan merugi.

Ingat tiga hal yang akan dibawa mati, ilmu, amal, dan akhlak (anak yang saleh/a). Menghormati, menyanyangi orang tua adalah cara yang baik untuk berbakti kepada orang tuamu. Sami'na wa atho'na, dengarkan dan taati. Dengarkan dan taati nasihat orang tuamu, jangan kecewakan mereka, buatlah hatinya bangga. Maka dengan begitu, kau sudah ada bekal untuk kau menghadap pada sang ilahi. (1) Kau dapatkan ilmu untuk berbakti kepada orang tua, (2) kau amalkan ilmu itu, (3) kau ciptakan akhlak yang baik pula.

Dengan cara menjadi anak yang berbakti kepada orang tua, kau akan mudah bersyukur, karena kau dikirimkan orang tua yang begitu luar biasa, sepasang hanya untuk kamu. Serta istimewanya lagi, in syaa Allah kau sudah menyediakan istana indah untuk mereka nanti, saat di sisi Allah.

Melihat orang tuaku yang berjuang mendidikku, memotivasiku untuk jadi wanita yang saleha. Karena harta benda bahkan nyawa tidak bisa membalas jasa mereka. Namun dengan menjadi wanita yang saleha, in syaa Allah menyelamatkan orang tua dari fitnah... I love you my parents... 😘

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sunyi

Sunyi



Sunyi kau terlalu bising,
dalam mengusik kesendirianku.
Selalu membuatku terngiang,
lagi, lagi dan lagi.

Lagi-lagi hal yang sama,
tak pernah berubah.
Selalu saja begitu.


Mengertilah,
aku tidak menyesalinya.
Namun yang aku sesalkan,
ngianganku tak pernah selain itu.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Senyummu dan Ketulusanmu


Kehidupan itu selalu ada siklusnya. Seperti musim gugur dan semi silih berganti, seperti kemarau dan hujan, demikianlah dalam sebuah rasa, sedih dan bahagia selalu beriringan. Dulu pernah bahagiaku merekah indah tanpa sedikit pun gelisah, ketika hadirnya seseorang yang mengajarkan tentang indahnya senyuman, dan hampanya sebuah  kebencian. Seiring berjalannya waktu, ia lenyap ditelan bumi tanpa sayup kabar terdengar darinya.

Setelah sekian lama, kularut dalam sebuah rasa yang penuh hampa, kulihat senyuman yang lebih indah dari sekadar  senyuman, yaitu sebuah ketulusan. Senyum saja tak cukup, namun kita harus rekahkan senyuman dengan sangat indah, indah dari ketulusan hati akan terpancar meski hanya menarik sedikit rona bibirmu.

  
Tersenyum itu sederhana, dengan kesederhanaan itu pun banyak orang yang merasa bahagia.  Sesederhana itulah mengundang rasa bahagia. Hanya perlu senyuman yang tulus. Bahagia itu tak ternilai harganya, karena memang sebuah senyuman tak dapat bisa kau dapatkan dengan cara memaksa, paling tidak kau bisa memecahkan senyumannya dengan rasa yang sama.

          
Rasa itu, ketulusan senyuman darimu, bagaimana kau bisa merasa bahagia selalu bersama banyak orang, jika kau saja enggan memberikan senyuman yang sama? Kekuatan senyuman yang luar biasa. Bisakah kau memberikan setiap detik, setiap menit bahkan setiap napas seumur hidupmu? Sungguh senyummu itu membawa candu untukku, akhlak dan kealimanmu menambah rona yang indah dan membuatku tak mau ada gap dan kehilanganmu sedetikpun.

        
Terlalu banyak kehilangan dalam hidupku yang lalu, bahkan sampai sekarang. Namun semua yang hilang seolah kembali lagi, terganti akan hadirmu. Allah begitu sayang denganku, mungkin kukehilangan banyak keluarga, namun Allah pun tak mau aku larut dalam kesunyian dan kesedihan. Kau lukiskan keharmonisan keluargamu, dan terngiang dalam anganku tuk rasakan hal yang sama. Setelah kuterbangun dari tidurku, sekian lama kubaru sadar, ternyata kujuga memiliki keluarga yang sama denganmu, yaitu mereka (keluarga TKA/TPA Hidayat Taufiq, sahabat kecil dan Arrofi'ul Amanati) yang selalu warnai hidupku.

Terima kasih untukmu, yang telah sadarkanku dalam tidur panjangku... 😊

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Berbagi bersama, keluarga Desa Mulyasari

Pengabdian Masyarakat Mulyasari



Assalamu'alaikum.wr.wb.
Baiklah hari ini Lulu' mau berbagi cerita sama kalian.
Emm...  Ternyata ni teman-teman, di zaman yang sudah maju sekarang ini,  serba tekhnologi, serba instan dan serba mudah terpenuhi segala kebutuhan, masih ada yang tertinggal lho teman-teman, dalam semua hal. Jangankan membca dan menulis, bercocok tanam tuk memenuhi kebutuhan mereka saja belum dapat mereka lakukan seoptimal mungkin. Lebih parahnya lagi, kabarnya lurah di daerah Bogor Timur itu sendiri tidak tahu kalau ada desa di atas kaki gunung Bogor Timur tersebut, yaitu desa Mulyasari.

Sebelumnya, kami pun tidak mengenal desa tersebut, namun tak lama sebelumnya ada tim pendaki gunung yang dipimpin oleh Pak Wisnu, tak sengaja beliau dan teman-temannya bertemu dengan warga-warga desa di saat mendaki gunung di Gunung Bogor Timur. Sontak terkejut dengan adanya kenyataan tersebut, karena saat tim pendaki Pak Wisnu mengajak komunikasi para warga, warga tidak mengetahui apa percakapan Pak Wisnu, dan warga kebingungan dan berbisik-bisik dengan bahasa Sunda, akhirnya dari situlah diketahui bahwa bahasa sehari-hari mereka adalah bahasa Sunda. Ternyata di sana pun fasilitas belum terpenuhi seutuhnya, seperti kamar mandi (mereka masih melakukan mandi, mencuci dan memasak dengan air sungai atau air terjun), listrik, sekolah dan lain-lain. Oleh sebab itu mereka kurang wawasan bahkan mereka buta aksara dan buta hitung.


Akhirnya mendengar cerita dari Pak Wisnu tersebut, kami teman-teman dari Unindra prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, mengadakan survei pada 18 Februari 2017. Berlanjut setelah mengetahui hal tersebut, kami mengadakan pengabdian masyarakat untuk Desa Mulyasari. Kami di sana mengadakan kegiatan belajar mengajar bahasa Indonesia, pendidikan agama Islam, bahasa Inggris, matematika, dan IPA, dengan upaya agar mereka dapat mengikuti pendidikan  kejar paket A dan mengamalkannya.


Alhamdulillah sekarang Desa Mulyasari dikenal orang, dan mendapatkan berbagai bantuan dari teman-teman yang peduli dengan Mulyasari, sekarang sudah ada 3 kamar mandi umum, jaringan listrik, sekolahan dan tenaga pendidik. Semoga Allah senantiasa beri berkah rahmat, nikmat sehat dan berkah rezeki untuk kita semua... Aamiin.. Ya Robbal 'aalaamiin... 😊

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Majelis Love Story

MAJELIS LOVE STORY


Setting 1, di Musholla
Pimpinan majelis memperkenalkan ustadz pengganti Ust.Zakaria, yaitu Ust.Ali.
Ust.Maemun : “Assalammu’alaikum.wr.wb.”
Santri-santri : “Wa’alaikumsalam.wr.wb.”
Ust.Maemun : “ Apa kabar semua?”
Santri-santri : “Alhammdulillah baik Ustadz.”
Ust.Maemun : “Mohon maaf anak-anak semua, selama satu minggu ke depan Ust.Zakaria tidak dapat hadir, dan akan digantikan oleh Ust.Ali.” Penjelasan Ust.Maemun dengan tegas dan luwes.

Ust.Ali : “Assalammu’alaikum.wr.wb.”
Santri-santri : “Wa’alaikumsalam.wr.wb.”
 Ust.Ali : “Apa kabar semua?”
Santri-santri : “Alhammdulillah baik Ustadz.”
Ust.Ali :”Perkenalkan nama saya Ali Mujahidin, panggil saja Ust.Ali. baiklah seperti yang sudah dijelaskan oleh Ust. Maemun, bahwa saya akan menggantikan Ust.Zakaria. Maka hari ini saya akan menyampaikan materi mengenai Surat Al-Kahfi ayat 1-10.
Secara keseluruhan surat Al-Kahfi menjelaskan perjuangan para pemuda untuk menyebarkan agama Islam yang tertidur berapa ratus tahun lamanya di gua.
Tapi sungguh istimewa, apabila kita mengamalkan surat Al-Kahfi ayat 1-10 setiap hari Jum’at, In Sya Allah, Allah akan menjanjikan surga untuk kita. Terlebih kalau kita dapat menghafalkannya. Masya Allah, sungguh indah janji Allah. Maka dari itu saya harap pertemuan berikutnya saya mau kalian dapat menghafal surat Al-Kahfi ayat 1-10 itu. Sekian dari saya, Wassalammu’alaikum.wr.wb.” Perkenalan dan penyampaian materi oleh Ust.Ali.
Ternyata selama Ust.Ali mengajar, beliau diam-diam memperhatikan Aisyah, namun Aisyah tidak menyadarinya.

Setting 2, di Musholla
Ust.Ali : “Assalammu’alaikum.wr.wb.”
Santri-santri : “Wa’alaikumsalam.wr.wb.”
Ust.Ali : “Alhamdulillah hirobbil ‘alamiin, puji syukur kehadirat Allah SWT, yang mana kiranya telah memberikan nikmat sehat, nikmat iman, sehingga di hari yang cerah ini, kita dapat bertemu kembali untuk menuntut ilmu yang barokah. Aamiin, Aamiin, Ya Robbal ‘Alamiin. Baiklah sekarang saatnya maju hafalan surat Al-Kahfi ayat 1-10, dimulai dari barisan yang paling depan.”
Akhirnya satu persatu santri-santri pun maju bergiliran. Mulai dari Anwar, Ridho, Zaki, Topan, Zazwina, Putri, Ratih, Aisyah dan seterusnya. Sampai pada akhirnya giliran Aisyah yang maju.
Aisyah : “Bismillah hirrahmaa nirrahiim, Alhamdulillahi hilladzi...... (browsing di mbah google, tulisan arab, surat Al-Kahfi ayat 1-10.)
Ust.Ali : “Masya Allah sungguh indah dan lancar hafalanmu.” Ia tidak sadar melantunkan kata-kata itu, karena ia sedang melamun dan akhirnya ia segera meminta maaf kepada Aisyah.
Aisyah : “Haaa apa ustadz?” Aisyah terkejut.
Ust.Ali : “Sungguh tidak apa-apa, maafkan saya.”
Sepulang dari majelis Aisyah masih bingung, mengapa Ust.Ali bersikap seperti tadi. Ia pun selalu bertanya-tanya pada hati kecilnya.
Aisyah : “Ya Allah, mengapa Ust.Ali bersikap seperti itu ya? Aku jadi tidak enak hati Ya Allah, sepertinya hatiku merasakan sesuatu yang aneh” gumam Aisyah dalam hati.


Setting 3, di jalan
Sepulang mengajar, Ust.Ali sungguh terkagum dengan Aisyah, akhirnya ia mencari tahu siapa Aisyah sesungguhnya. Pada saat itupun Ust.Ali tidak tahu namanya sama sekali, dan ia menanyakan namanya kepada teman sekelasnya.
Ust.Ali : “Assalammu’alaikum.”
Anwar : “Wa’alaikumsalam Ust.Ali, maaf ada apa Ustadz?”
Ust.Ali : “Maaf, kamu termasuk salah satu santri yang saya ajarkan?”
Anwar : “Iya Ustadz, saya Anwar.”
Ust.Ali : “Nah iya Anwar, saya mau bertanya, apa kamu tahu siapa santriwati yang duduk di barisan paling depan, dia duduk di paling samping, dekat tembok?”
Anwar : “Oh itu Ustadz, dia namanya Aisyah, Aisyah Triyanti. Ada apa Ustadz?”
Ust.Ali : “Oh tidak apa-apa Anwar, terima kasih ya sebelumnya. Belajar yang giat, agar cita dan harapan tergapai...!”
Anwar : “Iya Ustadz, mari Ustadz saya mau pulang dulu, Wassalammu’alaikum”. Sambil berjabat tangan.
Ust.Ali : “Baiklah, silahkan, Wa’alaikumsalam.”


Setting 4, di Kamar
Setelah Ust.Ali mengetahui namanya, Ust.Ali mencoba cari tahu siapa  Aisyah sebenarnya, melalui media sosial facebook.
Chattingan via FB.
Ust.Ali : “Aisyah Triyani, hem... ini dia, Aisyah Triyani, tambahkan sebagai teman.”
Aisyah : “Masya Allah, Ali Mujahidin? (sambil tersenyum) berarti Ustadz... Ust.Ali.. Allahhu Akbar..”
Beberapa menit kemudian Aisyah berpikir akan menanyakan sesuatu pada Ust.Ali melalui inbox facebook.
Aisyah : “Assalammu’alaikum Ustadz, ini Ust.Ali ya, yang menggantikan Ust.Zakaria?”
Ust.Ali : “Iya Aisyah, ada apa?”
Aisyah : “Ustadz, kenapa Ustadz  melamun saat saya hafalan?”
Ust.Ali : “Saya kagum dengan hafalan antum.”
Aisyah : “Alhamdulillah, tapi saya rasa biasa saja Ustadz tidak ada yang istimewa.”
Ust.Ali : “Bagus kok.”
Aisyah : “Seharusnya saya yang kagum sama Ustadz, karena Ustadz masih muda sudah jadi Ustadz. Itu tandanya Ustadz priabadi yang baik, pintar, bertanggung  jawab, supel lagi sama santri-santrinya (”
Ust.Ali : “Tidak Aisyah, saya banyak kekurangan. Apalagi dalam hal tanggung jawab. Buktinya sampai sekarang saya masih single, belum menikah (”
Aisyah : “Ah Ustadz bisa saja, mungkin belum bertemu jodoh kali Ustadz.”
Ust.Ali : “Iya, mungkin.”
Aisyah : “Sudah Ustadz, saya mau beres-beres rumah dulu. Wassalammu’alaikum.”
Ust.Ali : “Masya Allah, sungguh wanita sholekhah. Wa’alaikumsalam.”
Selesai chattingan, Aisyah beres-beres. Semua kewajiban sudah selesai Aisyah mencoba tuk buka akun facebooknya kembali. Dia sangat gembira begitu melihat pesan terakhir dari Ust.Ali.
Ust.Ali : “Masya Allah, sungguh wanita sholekhah. Wa’alaikumsalam.”
Aisyah jingkrak-jingkrak nggak karuan di dalam kamarnya. Bahagianyapun makin menjadi karena Ust.Ali mengirim pesan baru untuknya.
Ust.Ali : “Assalammu’alaikum Aisyah, lain kali kalau saya ngajar, dan ada yang tidak paham, tanyakan saja ya, jangan sungkan-sungkan”
Aisyah : “Wa’alaikumsalam Ustadz, iya Ustadz, In Sya Allah.”
Ust.Ali : “Oh iya, saya minta nomer hp kamu saja, dari pada lewat FB, mending whatsapp-an.”
Aisyah : “Iya Ustadz, ini 08976331xxx”
Ust.Ali : “Sampai jumpa di majelis Aisyah.”
Aisyah : “Iya Ustadz.”

Setting 5, di Musholla
Keesokan harinya, setelah bertatap muka dengan Ust.Ali, Aisyah justru canggung, yang biasanya kalau guru menjelaskan ia memperhatikan mimik wajahnya, kini ia hanya menatap ke bawah dan ke buku, tanpa melihat papan tulis, ia hanya mengandalkan pendengarannya, ia hanya mendengarkan penjelasan Ust.Ali.

Setting 6, di Kamar
Sepulang dari mengajar Ust.Ali langsung menghubungi Aisyah.
Chattingan via Whatsapp.
Ust.Ali : “Aisyah mengapa kau bersikap seperti tadi, ketika saya mengajar? Saya ada salah apa dengan antum?”
Aisyah : “Tidak ada apa-apa Ustadz, saya hanya takut.”
Ust.Ali : “Takut kenapa? Aisyah sesungguhnya saya mengagumimu, kamu adalah wanita sholekhah yang cantik dan pintar. Tidak hanya itu, kamu pandai memasak, penyayang dan keibu-ibuan... Masya Allah.”
Aisyah : “Astagfirullah... Ustadz, jangan seperti itu, saya malu. Saya tidak pantas dikagumi. Justru saya yang kagum dengan Ustadz.”
Ust.Zakaria : “Sungguh amat sangat disayangkan saya hanya mengajar selama satu minggu saja di Majelis.”
Aisyah : “Apa yang di sayangkan Ustadz?”
Ust.Zakaria : “Yang saya sayangkan saya hanya dapat berbagi ilmu hanya sebentar saja dengan kalian, tapi semoga bermanfaat. Tapi yang lebih disayangkan saya tidak  berjumpa lagi dengan antum  Aisyah.”
Aisyah : “Masya Allah Ustadz, sungguh mulia. Hem... kenapa jadi saya lagi Ustadz  yang di singgung?”
Ust.Ali : “Sungguh jika Allah mengizinkan dan mengabulkan permintaan saya, saya akan meminta tuk menyisakan satu wanita yang sedemikian rupanya denganmu. Tapi apa boleh buat sepertinya saya tidak pantas mendapatkan wanita seperti antum.”
Aisyah : “Astagfirullah Ustadz, hem... semoga Ustadz mendapatkan wanita yang lebih baik dari saya.”
Ust.Ali : “Jika Allah mengizinkan saya  tuk mengkhitbah antum, In Sya Allah, akan saya laksanakan.”
Aisyah : “Masya Allah Ustadz.”

Setting 7, di Ruang Tamu
Aisyah sedang berkumpul dengan keluarganya dan sedikit menyinggung pilihan hatinya itu, Ust.Ali.
Aisyah : “Ibu, apa Ibu mengizinkan saya dengan Ust.Ali? Itu lho Bu, Ustadz  yang menggantikan Ust.Zakaria?”
Ibunda : “Aisyah Ibu belum mengizinkan kamu dekat dengan siapapun termasuk dengan Ust.Ali. Kamu masih pertengahan semester genap kelas 12, kuliah dulu yang bener.”
Aisyah : “Ibu, maksud Aisyahkan agar suatu saat jika ada seseorang yang ingin menjajaki hati Aisyah, Aisyah sudah ada sandaran, yaitu Ust.Ali, jadi Aisyah tidak mungkin terombang-ambing dalam percitaan. Jadi pas Aisyah kuliah  terus ada yang gangguin Aisyah bilang ja Aisyah sudah punya pacar, atau  tunangan ( Amankan Bu?”
Ibunda : “Tidak Aisyah itu hanyalah kendala untukmu, fokus pada satu hal, Thalabul ‘Ilmi, titik.” Kata ibunda Aisyah sambil beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan Aisyah.
Aisyah : “Iya Ibu... Tapi...” mengikuti langkah ibunya. “Ibu, dalam hubungan ini pun Aisyah tahu batasan, Aisyah pacarannya syar’i kok, ketemu hanya di majelis, nggak neko-neko dan komukasi hanya via whatsapp. Tolong ya Bu, izinkan Aisyah dengan Ust.Ali.”
Ibunda : “Tidak Aisyah...” (sambil mengelus kepala Aisyah).” Yang namanya pacaran itu tidak diperbolehkan dalam Islam, dan  tidak ada yang namanya pacaran syar’i, kalaupun ada itu setelah menikah sayang (”

Setting 8, di Kamar
Aisyah langsung ke kamar, ia sedih mendengar keputusan ibundanya, ia hanya gelisah, dududk, bermain hp dan menjawab whatsapp Ust.Ali dengan bimbang dan sedih.
Bergumam-gumam dalam hati.
Aisyah : “Ya Allah, tolong pertemukan aku dengan jodohku, agar aku tidak merasakan sakitnya patah hati. Sungguh cinta sebelum pernikahan adalah cobaan yang berat bagi setiap insan, termasuk diriku ini Ya Allah.”
Waktu mengajar Ust.Ali di majelis hanya tersisa satu kali pertemuan.
Chattingan via Whatsapp.
Ust.Ali : “Assalammu’alaikum Aisyah. Waktu mengajar saya tinggal satu kali pertemuan, saya mohon maaf atas kesalahan saya.”
Aisyah : “Sesungguhnya saya berat kehilangan Ustadz. Tapi Ustadz, menurut Ustadz, apa hubungan kita ini diperbolehkan dalam Islam?”
Ust.Ali : “Maksud kamu hubungan kita yang seperti apa?”
Aisyah : “Ya berdekatan seperti ini Ustadz...”
Ust.Ali : “Kan kita sama-sama tahu batasan.”
Aisyah : “Tetap saja Ustadz, ini hal yang salah, kata bunda kalau mau pacaran, setelah menikah.”
Ust.Ali : “Iya saya paham.”
Aisyah : “Sudahlah Ustadz. Wassalammu’alaikum.”
Ust.Ali : “Wa’alaikumsalam.”

Setting 9, di Majelis.
Hari terakhir Ust.Ali mengajar, ia mengucapkan salam perpisahan dan Aisyah pun mearasa sedih.
Ust.Ali : “Assalammu’alaikum.wr.wb.”
Santri-santri : “Wa’alaikumsalam.wr,wb.”
Ust.Ali : “Baik anak-anak, ini adalah hari terakhir saya menggantikan Ust.Zakaria dalam mengajar kalian. Apabila saya ada salah mohon dimaafkan, karena sesungguhnya segala kesempurnaan hanya milik  Allah, dan segala kekurangan/kesalahan adalah datangnya dari saya pribadi. Pesan saya, tolong selalu amalkan segala ilmu yang telah kalian dapat, jangan mudah lupa mengamalkan kebaikan dan mengamalkan ilmu. Sekian dari saya, Wassalammu’alikum.wr.wb.”
Santri-santri : “Wa’alaikumsalam.wr,wb.”
Anwar : “In Sya Allah, kami ingat selalu pesan Ustadz.”
Ust.Ali : “Alhamdulillah.. Jadi anak yang sholeh dan solekhah ya..”
Santri-santri : “Aamiin...”

Setting 10, di Ruang Tamu
Sebulan berlalu, Aisyah sedih, karena Ust.Ali tidak ada kabar, tidak menghubungi dia sama sekali. Ibundanya pun meledeknya, sehingga Aisyah menyadai kata-kata ibundanya yang sebelumnya.
Bergumam-gumam dalam hati.
Aisyah : “Ya Allah mengapa Ust.Ali tidak ada kabar? Apa benar kata Ibu, kalau Ust.Ali itu hanya kendala untukku?”
Tiba-tiba ibunda datang.
Ibunda : “Kenapa Aisyah? Ust.Ali (?” ledek sang bunda.
Aisyah : “Ibu,,, benar ya kata Ibu, Ust.Ali hanya kendala?” kata Aisyah dengan sedih.
Ibunda : “Sudah jangan sedih, kalau jodoh nggak kemana.” Sambil memeluk Aisyah.

Setting 11, di Ruang Tamu
Empat tahun berlalu, Aisyah sudah lulus kuliah, dan melupakan Ust.Ali. Tapi karena setiap kesabaran akan berbuah manis, Aisyahpun senag karena Ust.Ali datang mengkhitbahnya.
Ayah Ust.Ali : “tok-tok... Assalammu’alaikum.. tok-tok... Assalammu’alaikum..”
Ibunda & Aisyah : “Wa’alaikumsalam..”
Ibunda : “Buka pintu nak..” seru ibunda yang sedang membaca majalah.
Aisyah : “Iya Ibu, Wa’alaikumsalam, silahkan masuk Pak.”
Ayah Ust.Ali : “Iya terima kasih.”
Ibunda : “Eh Pak Heru, apa kabar Pak?”
Ayah Ust.Ali : “Alhamdulillah baik. Ibu sendiri apa kabar?”
Ibunda : “Alhamdulillah kami sekeluarga baik Pak. Bagaimana Bapak jadi mengkhitbah Aisyah?” Berpapasan dengan Aisyah yang menyuguhkan minuman.
Ayah Ust.Ali : “Alhamdulillah, iya jadi Bu.”
Aisyah : “Ibu...” kata Aisyah dengan wajah bad moodnya.
Ibunda : “Ohh... Mana Masnya Pak?”
Ayah Ust.Ali : “Iya tunggu sebentar, dia ada di luar. Mas... masuk Mas...”
Ust.Ali : “Assalammu’alaikum..”
Serentak : “Wa’alaikumsalam..”
Aisyah : “Masya Allah Ibu (” Aisyah sangat bahagia setelah tahu bahwa yang mengkhitbahnya adalah Ust.Ali.

Setting 12, di Taman
Ust.Ali dan Aisyah dapat bersatu dan mereka saling bahagia.
Aisyah : “Masya Allah, salam sahabatku semua, sekuat apapun cinta itu, selama apaun kedekatan itu dan sebanyak apapun kalimat cinta yang terbuang sia-sia jika memang bukan jodohnya pasti Allah tidak mempersatukan kita.”
Ust.Ali : “Tapi, seberapa jauh jarak, ruang, dan waktu memisahkan keduanya, dan banyak rintangan yang menghadang, In Sya Allah akan bersatu walau badai, ombak menerpa berulang-ulang kali.”

Sekian dari kami... Wassalammu’alaikum.wr.wb.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Isyarat Cinta



Rasa itu datang sejak lama, 
menyapaku dengan lembut,
melalui deru angin yang membadai. 
Menyentuh hatiku dengan lembut, 
melalui empasan topan yang menderu. 
Tapi bahasa itu terlalu gelap bagi hati dan jiwaku.
Terlalu lirih bagi sukmaku,
membaca berbagai isyarat dari lubuk jiwamu.
Coba terus teranglah dengan lantang,
sirnakan kehampaanku,
yang tak usai menerka-nerka isyaratmu.
Teruntuk yang ragu menyatakan sebuah rasa 😊

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Singlelillah, Cinta Istimewa


Assalammu’alaikum…


Hai teman-teman, apa kabar? Semoga baik-baik saja ya.
Emm, Lulu’ mau ngajak kalian berpikir positif ni, buat kalian yang jomblo, jones atau singlelillah, atau apapunlah itu, hehehe sama aja si intinya jomblo jomblo juga.
Eh ngatain orang jomblo, kaya sendirinya punya pacar saja, hehehe emang nggak punya pacar si, tapi bukan berarti saya jomblo lhoh ya, tapi saat ini saya masih singlelillah (Aamiin), hihihi sama saja si, tapi lebih kerenan dikitlah istilahnya.
I’ts oke langsung saja pada intinya, di sini saya ingin memberi tahu, sebenarnya kalian yang jomblo, jones atau singlelillah kalian tu manusia pilihan, manusia yang istimewa, wow…..
Kenapa menjadi manusia pilihan?
Manusia yang istimewa?
Ah nggak update banget si, masa nggak tahu.

Ya, jadi seperti ini, ternyata kita ni yang jomblo, jones atau singlelillah, batasan atau hijab kita dijaga oleh Allah dan akhlak kita tu benar-benar dijaga oleh Allah, bukan hanya hijab dan akhlak tapi cinta kita juga dijaga oleh Allah, Masya Allah, Alhamdulillah, Aamiin.
Luar biasa bukan?
Eh nggak percaya? Ni makanya baca Al-Qur’an-nya, hehehe sok rajin baca Al-Qur’an, padahal juga baru baca hihihi, nggaklah bercanda J


1.      Terjaga Hijab atau Batasannya dan Akhlaknya.
Dalam surat An-Nur ayat 30 Allah berfirman:
"Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat" (QS. An-Nur:30).
Ayat selanjutnya dari surat An-Nur di atas, menyebutkan, "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka,..." (QS.An-Nur: 31).
Em benarkan di Al-Qur’an surat An-Nur ayat 30-31 kita dianjurkan untuk menjaga hijab kita atau batasan kita? Nah kalau sudah seperti ini berarti kalau kita jomblo, jones atau singlelillah jadi terjaga deh hijab atau batasan kita dan akhlak kita.
Kenapa, kenapa, kenapa?
Iya dong, logikanya ni seandainya, seumpama, misalkan (apalah itu pemubadziran kata) kita pacaran, berdua, aduh yang ketiga setan. Apa yang dilakukan saat pacaran? Jalan berdua, pasti, ngobrol lama, pasti, ada setan lalu blablablabla apalah yang terjadi. Saya tidak mau memberi tahu dan tidak mau tahu, karena yang terjadi pasti akhlak madzmumah atau akhlak tercela.
“Ih nggak kok, kita kalau pacaran syar’i?”
Em.. yang namanya pacaran mah pacaran saja, tidak ada kata pacaran yang syar’i, memangnya ada dalam syari’at Islam Pacaran yang syar’i?
Nggak ada, yang ada ta’aruf, khitbah, dan menikah.
Istimewakan kita? Jauh dari akhlak tercela, terjaga batasannya, dan tidak diganggu setan, tidak mendengar bisikan setan. Kuat imannya Alhamdulillah Aamiin.

2.      Dijaga Cintanya oleh Allah.
Dalam surat An-Nur ayat ke 26 disebutkan bahwa:
"Wanita –wanita yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk wanita yang keji pula, dan wanita-wanita  yang baik hanya untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik hanya untuk wanita yang baik pula." (Q.S. An-Nur ayat 26).
Sudah jelaskan bahwa Allah telah menjaga cinta kita yaitu dengan cara menjadikan kita jomblo, jones atau singlelillah yang memdapat kesempatan untuk memperbaiki diri agar kelak mendapatkan jodoh yang baik pula, sesuai dengan cerminan kita. Memang mau kalau nantinya sudah berjodoh atau sekarang yang menjalin hubungan pacaran sebelum menikah mendapatkan orang yang salah? pasti tidak maukan?




Ayolah jomblo, jones mulai sekarang pakai kata singlelillah, "Singlelillah" Single karena Allah.
Singlelillah yang dijaga batasan atau hijabnya, Singlelillah yang dijaga akhlaknya, dan Singlelillah yang dijaga cintanya :-)
Serahkan segalanya kepada  Allah, khususnya jodoh utamanya.. “sekuat apapun perasaan cinta itu, selama apapun kedekatan itu dan sebanyak kalimat cinta yang terbuang sia-sia seberapa dalam lautan cinta itu dan setinggi apapun langit itu tuk dicapai untuk planning masa depan tidak akan dapat mempeersatukan kisah cinta kalian jika memang bukan jodohnya.” Tapi “Seberapa jauh jarak, ruang dan waktu memisahkan keduanya, dan banyak rintangan yang menghadang, Insya Allah akan bersatu jika memang jodohnya, walau badai, ombak menerpa berulang-ulang kali.”
Fatimahkanlah dirimu jika engkau ingin mendaptkan Ali..
Tiada pacaran yang syar’i, karena yang namanya pacaran itu adalah mendekati zina (dosa besar), jadi sebisa mungkin jauhilah pacaran atau ikhtilat (percampuran) sebisa mungkin, dan ta’aruf yang ada.
Kenalilah dirimu dan tatalah dirimu jika kamu ingin tahu jodohmu kelak. Karena jodoh seseorang itu adalah cerminan pribadi masing-masing individu.

Tidak ada alasan bagi kita tuk galau, apalagi gara-gara jomblo, jones atau singlelillah, karena sandaran kita selalu ada untuk kita...
Allah dulu, Allah lagi, Allah terus, Lais Ila Allah, SemangKA, Semangat Karena Allah :-)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Karena Cinta sebelum pernikahan adalah Cobaan yang berat.

Atas nama cinta,
Aku sadari hatiku yang teramat rapuh dan aku tidak mau mempermainkannya.

Hatiku yang rapuh ini sadar... Bahwa benih-benih cinta itu tumbuh. Namun aku tidak mau lupa akan prinsipku. Aku akan membuat benteng yang tebal dan kokoh. Serta dikelilingi semak-semak yang berduri dan beracun.

Aku mengerti dan paham bagaimana rasanya jatuh cinta. Jika jauh merasa sakit karena rindu. Jika dekat merasa sakit karena takut kehilangan. Padahal aku tahu kau belum halal tukku. Bahkan tidak akan mungkin pernah menjadi yang halal.

Kau telah menanam benih-benih cinta di hatiku yang rapuh. Kemudian rasa itu mengusikku. Aku tidak rela jika kau bercanda lebih denganku. Aku pun tidak rela jika kau mau mendengar curhatku. Karena hubungan yang tidak halal.

Aku tidak akan mubazirkan perasaanku, air mata. Karena kuyakin jika memang kita ditakdirkan bersatu, pasti Allah akan mempersatukannya. Karena hakikat cinta adalah melepaskan, sebelum waktunya. Karena cinta sebelum pernikahan adalah cobaan yang berat.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Mencintaimu dengan Caraku

Aku tidak tahu, bagaimana caraku mencintaimu...
Apa harus kumencintaimu dengan cara orang-orang yang mencintai pada umumnya?
Sungguh bodohnya diriku, tidak tahu caraku mencintaimu.
Apakah kuharus selalu di dekatmu?
Apakah kuharus selalu mengungkapkan perasaanku?
Kurasa tidak,
Kusudahi kebodohan ini, kutahu caraku mencintaimu.
Aku akan jauhkan jarak di antara kita.
Aku akan terdiam, dan berjumpa dalam doa.
Jangan salah paham, karena kumencintaimu dengan caraku, bukan seperti pada umumnya.
Karena CINTA SEJATI, bukan digenggam, tapi dilepaskan, lalu dipersatukan dengan syari'at :-)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Cinta Sejati


https://www.youtube.com/watch?v=InGFvGhGM_o
Hakikat CINTA adalah...
MELEPASKAN.
Semakin sejati cinta itu,
semakin tulus kau melepaskannya.
PERCAYALAH,
Jika itu memang cinta sejati.
Kau pasti tidak perduli samudra menjadi jarak, dan duri-duri menghadang langkah.
Ia akan kembali sendiri padamu.
*JIKA itu CINTA SEJATI.
Lepaskanlah, jangan kau genggam erat.
Jauhkan jarakmu, dan dekatkan doamu.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Dia

Aku sadar,
kehadirannya bukanlah kebetulan, melainkan rencana dari kehendak-Nya.
Kehadirannya mengajarkanku tuk tersenyum, tenang, dan penuh kasih sayang.
Ia hadir, membawakan sejuta harapan dlm hidupku.
Kujadikan ia penerang dlm langkahku...
Kujadikan ia angin dlm hidupku...
Bukan angin yg merusak segalanya, namun angin yg menguatkan saat aku terguncang.
Tapi,
mengapa kau terkadang menjadi sekelip cahaya lilin? yang mudah redup saat tertiup angin?
Lalu meninggalkanku dlm kegelapan...
Kegelapan yg mengingatkanku akan sebuah arti awal kehadiranmu dlm hidupku.
Tolong jng hadir secepat kehadiran pelangi..
Namun hadirlah sebagai matahari dlm kehidupan ini..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Doa dalam Malamku

Doa

Bismillah hirrahmaanir raahiim…
Ya Allah, rahmatilah aku dengan Al-Qur’an, dan jadikanlah ia sebagai imam, cahaya, petunjuk, rahmat bagiku. Ya Allah, ingatkanlah terhadap apa pun yang aku lupa darinya, ajarkanlah apa-apa yang tidak kuketahui darinya, karuniakanlah rezeki (berupa kemampuan) untuk membacanya sepanjang siang dan malam, dan jadikanlah ia sebagai hujjah (penjelas) bagiku wahai Tuhan Pemelihara alam.
Ya Allah, berikanlah kebaikan untukku dalam agamaku karena ia adalah pengaruh (penguat) dalam urusanku, berikanlah kebaikan di dunia untukku karena di dalamnya ada kehidupanku, berikanlah kebaikan akhiratku karena ia tempatku kembali, jadikanlah hidup ini sebagai tempat menambah kebaikan bagiku, dan jadikanlah kematian sebagai tempat istirahatku dari segala keburukan.
Ya Allah jadikanlah kebikan di akhir umurku, sebaik-baik amal di akhir hayatku, dan jadikanlah hari terbaikku, di hari di saat aku bertemu dengan-Mu. Ya Allah sesungguhnya aku meminta kepada-Mu kehidupan yang menyenangkan, kematian yang nyaman dan kembali (kepada-Mu) tanpa kehinaan dan keburukan.
Ya Allah sesungguhnya aku meminta kepada-Mu permintaan terbaik, doa terbaik, kemenangan terbaik, ilmu terbaik, amal terbaik, pahala terbaik, kehidupan terbaik, dan kematian terbaik. Tetapkanlah aku, beratkanlah timbangan kebaikanku, kuatkanlah imanku, angkatlah derajatku, terimalah shalatku, ampunilah kesalahanku, dan aku meminta kepadamu kemuliaan di surga.
Ya Allah sesungguhnya aku memohon motivasi untuk mendapat rahmat-Mu, keinginan yang kuat untuk meraih ampunan-Mu, keselamatan dari setiap dosa, keuntungan dari setiap kebaikan, kemenangan dengan mendapat surga dan bebas dari api neraka.
Ya Allah, Ya Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka, Shalawat serta salam Allah (semoga tercurahkan selalu) kepada Nabi Muhammad, keluarganya dan para sahabat pilihannya.

Aamiin, Aamiin, Ya Rabbal A’lamiin…

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Mapel

Assalammu'alaikum.
Selamat malam..
Hem... Rembulan sudah siaga menerangi dan menghiasi malam..
Namun, mata ini hendak terpejam, karena tiba-tiba saja setelah saya selesai belajar mtk tuk TO esok pagi..
Terngiang dalam pikir..
Matematika? :-)
Sebenarnya dulu saya sangat senang dengan pelajaran mtk, terlebih jika Bu Rus yang mengajar.. Semangatku bukan Main.. Seakan-akan tak ingin beranjak dari tempat dudukku.. terlebih saat belum terpecahkan masalahku dalam menjawab soal..
Aku rindu dengan pribadiku yang demikian, tak kenal menyerah.. Berusaha demi yang terbaik, demi keadilan, akan sebuah usaha yang takkan sia-sia dan pasti baik tuk bekal masa depan..
Kalaupun harus kecewa sesaat.. Aku yakin itu adalah ujian yang menguji batin agar lebih mantap untuk mendapat penghargaan dari-Nya.. Allah SWT.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Cinta Datang Terlambat

Cinta Datang Terlambat

Tak ku mengerti mengapa begini
Waktu dulu ku tak pernah merindu
Tapi saat semuanya berubah
Kau jauh dari ku pergi tinggalkanku

Mungkin memang kucinta
Mungkin memang kusesali
Pernah tak hiraukan rasamu dulu?

Aku hanya ingkari
Kata hatiku saja
Tapi mengapa
Cinta datang terlambat

Tapi saat semuanya berubah
Kau jauh dari ku pergi tinggalkanku

Mungkin memang kucinta
Mungkin memang kusesali
Pernah tak hiraukan rasamu dulu?

Aku hanya ingkari
Kata hatiku saja
Tapi mengapa kini
Cinta datang terlambat

Mungkin memang kucinta
Mungkin memang kusesali
Pernah tak hiraukan rasamu dulu?

Aku hanya ingkari
Kata hatiku saja
Tapi mengapa kini
Cinta datang terlambat

Cinta datang terlambat................

      Ini adaah lirik lagu yang mengantarkan sukmaku tuk tahu apa yang sebenarnya terjadi. Hal yang kusadari adalah berbalik dari hal itu, jika dinyatakan cinta datang terlambat, namun yang kurasa cinta datang terlalu lebih dulu dan tak tepat waktunya.
    Setengah hatiku, kusadari ini cinta, namun setengah hatiku berkata ini kendala, kuputuskan ku pergi jauh dari cinta. Akan syukuri anugerah ini, dengan mengubur dalam perasaan ini.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS