RSS

puisi tumpuan rasa dan kuniatkan

Tumpuan Rasa

Di kala senja bersama langit biru
Tak kan kubiarkan kekandasan menghampir
Karena banyak tumpuan yang harusku jadikan ruangku
Karena aku harus mencapai mega jelang nur nan sunyi & tentram
Dalam langkahku mencapai tumpuan
Terik surya menyilaukanku
Deru debu menyosong kegelapan
Seruan angin membisik dentum meriam
Serta air meruangkan ku menyeretku
Tuk bisa menerjang dengan ketulusan
Teruanglah ku dalam pantai
Menjadi mutiara diantara butir-butir pasir yang berserakan


K U N I A T K A N

Tak ingin kuhentikan
Aliran air kehidupan ini sampai di sini
Lebih utama jika ku pergi jauh
Jauh dari lamunanmu di balik tirai
Jauh di mukamu dengan riang wajah ini
Ingatlah harapanmu kala itu
Hampir saja pecah
Itu karena rasa ini
Karena aku yang ada dalam bayangmu
Biarkan tangisku berlalu selama 7 tahun mendatang
Hentilah tangis ketika aku dan dirimu bersama dalam bunga kesuksesan
Takkan ku biarkan tangismu dan tangisku
Tertadah dalam waktu yang lama
Hanya karena rasa ini..
Salam kasihku
Jadilah nur dalam kalbuku
Jadilah angin yang menyejukkan jiwaku
Dan jadilah pejuang yang berjihad demi rasa ini…..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Naskah cerita Sunan Kalijaga

SUNAN KALIJAGA
     


Ide cerita                   : Lulu’ Urrohmah
Naskah Karya          : Murdoko Ibnu . R .
Tekhnik & montase   : Lulu’ Urrohmah
                                      Elsi Yulianti
Narator                     : Rini Aryani
Sutradara                  :Lulu’ Urrohmah



Didukung para pemain :
Adhipati Wilwatikta oleh oleh Putra Josua
Dewi Ambarwati (Istri Adhipati) oleh Gaby
Raden Mas Said/ Sunan Kalijaga oleh M. Rakha
Dewi Rayung Wulan oleh Tia Chairunnisa
Patih Gajah Lembana oleh Agie
Senopati Yudha Pati oleh Ari Armanda
Dayang 1 oleh Elsi Yulianti
Dayang 2 oleh Rini Aryani
Dayang  3 oleh Lulu’ Urrohmah
Sunan Bonang oleh Dirgantara







Sebuah kisah yang menceritakan perjalanan hidup seseorang dalam mencari kebenaran hingga mendapatkan hidayah Allah dalam tataran ma’rifat lahiriyah juga batiniyahnya.
Prakisah : Perang saudara yang berkepanjangan di Majapahit, menyisakan penderitaan bagi seluruh rakyatnya, penyakit dan kelaparan terjadi dimana-mana.
Kadipaten Tuban salah satu bawahan Majapahit mau tidak mau terkena imbasnya, kelaparan dan kematian hampir setiap hari selalu terjadi.
Raden Mas Said putra Adhipati Wilwatikta tergerak hati untuk menolong rakyatnya, dengan mencuri bahan makanan dari lumbung Kadipaten dia bagikan untuk rakyatnya. Lama kelamaan perbuatannya tercium juga, berkurangnya bahan makanan di lumbung Kadipaten membuat Adhipati Wilwatikta marah besar. Ia memerintahkan Patih Gajah Lembana dan para senopatinya untuk menangkap pencuri itu hidup atau mati.



Setting 1, (Kadipaten Tuban).
Patih Gajah Lembana berhasil menangkap pencuri di Lumbung pangan Kadipaten, segera dihadapkan kepada Adhipati Wilwatikta.
Patih Gajah Lembana menghadap Adhipati membawa tawanan.
Patih Gajah Lembana    : “Maaf Kanjeng Adhipati hamba datang menghadap”, posisi berlutut sambil menyembah.
Adhipati                               : “Gajah Lembana.. Apa ini pencuri Istana Kadipaten?”.
Patih Gajah Lembana    : “Daulat Gusti, ini pencuri yang berhasil saya tangkap waktu menyusup ke lumbung pangan Kadipaten.
Adhipati                               : “Buka penutup wajahnya aku ingin tahu siapa orangnya..!!”, dengan nada tinggi atau memerintah.
Patih Gajah Lembana dan Senopati Yudhapati membuka penutup wajah tawanan itu, alangkah terkejutnya sang Adhipati juga permaisuri ketika mengetahui siapa dibalik penutup wajah itu. Ternyata pencuri yang selama ini meresahkan Kadipaten adalah Raden Mas Said yang tak lain putranya sendiri.
Adhipati                               : “Apa yang kau lakukan Said? Tega-teganya kau menampar ayahandamu sendiri?”
Raden Said                          : “Ampun ayahanda.. semua yang ananda lakukan untuk menolong rakyat Kadipaten Tuban yang kelaparan, kasihan mereka ayahanda. Apa ananda salah menolong rakyat Kadipaten?”
Adhipati                               : “Tidak salah kamu menolong, tapi kamu salah dalam menjalankannya, apa kamu tidak tahu Said? Bahan pangan itu akan dikirim ke Istana Majapahit, untuk membantu pasukan di sana?”
Raden Said                          : “Kenapa kita harus membantu Majapahit ayahanda? Sedangkan rakyat kita sendiri dalam kesusahan..?”
Adhipati                               : “Said!!! Tahu apa kamu tentang kerajaan?!! Sekarang kamu hentikan  perbuatanmu, atau kau akan menerima akibatnya?!
Raden Said                         : “Ampun ayahanda, kalau memang itu titah ayahanda, ananda akan tetap menolong rakyat Tuban.
Adhipati                               : “Kalau itu mau mu, mulai sekarang juga, tinggalkan Kadipaten Tuban, jangan pernah kembali ke Istana Tuban sebelum kamu bisa menggetarkan Istana Tuban dengan lantunan ayat-ayat Allah”.
Raden Said                          : “Baiklah ayahanda kalau memang itu keputusan ayahanda ananda mohon pamit”, menyembah Adhipati lantas pergi.     
Dewi Ambarwati              : “Ampuni Said Kang Mas, suruh dia kembali, dia putra kita pewaris takhta Kadipaten Tuban, kalau dia pergi siapa yang menggantikan Kang Mas Adhipati?”.
Adhipati                               : “Tidak Diajeng! Aku seorang Adhipati, apa yang ku ucapkan tidak bisa ditarik lagi, semoga Said menemukan kebenaran dalam perjalanannya.
Dewi Rayung Wulan       : “Ampuni Kang Mas Said ayahanda, suruh kembali. Apa ayahanda tidak kasihan dengan Kang Mas Said?”
Adhipati                               : “Rayung Wulan, seperti yang ayahanda bilang pada ibundamu, ayahanda tidak bisa menarik ucapn ayahanda lagi. Kalau kamu kasihan dengan Kang Mas mu, kamu boleh ikut dengan Kang Mas mu, sekarang juga kamu boleh pergi dari Istana Tuban”.
Rayung Wulan                   : (sambil menangis) “Baik ayahanda, ibunda, ananda mohon pamit”.
Ambarwati                          : “Jangan pergi putriku…” sambil menahan Rayung Wulan.
Adhipati                               : “Biarkan dia pergi Diajeng” sambil memegang tangan Ambarwati.




                Setting 2 (Hutan Gelagah Wangi)
                Perjalanan Raden Said setelah diusir dari Kadipaten Tuban sampai pada hutan lebat, letaknya perbatasa antara perbatasan Kadipaten Tuban, Kadipaten Bojonegoro, dan Kadipaten Madiun. Orang sekitar menyebutnya hutan  Gelagah Wangi. Dari sini Raden Said merampas semua pajak atau upeti yang dikirim untuk Kerajaan Majapahit, dia dikenal dengan sebutan berandal Loka Jaya. Semua hasil rampasan ia bagikan untuk rakyat yang kelaparan, namanya menggetarkan Majapahit. Dia disangjung rakyat tapi dibenci punggawa kerajaan.
                Suatu hari melintas orang tua di Hutan Gelagah Wangi, Loka Jaya mengejar orang tua itu karena tertarik pada tongkatnya, dengan napas terengah Loka Jaya berhasil menyusul orang tua itu.
Loka Jaya             : “Berhenti Pak tua!” dengan napas terengah.
Sunan Bonang   : “Ada apa anak muda kamu menghentikan langkahku?”.
Loka Jaya             : “Aku menginginkan tongkatmu Pak tua, kelihatannya bagus dan mahal harganya”.
Sunan Bonang   : “Tongkat ini hanya terbuat dari kayu  anak muda, dan tidak ada harganya. Untuk apa kamu mencari harta seperti itu anak muda?”.
Loka Jaya             : “Akan ku bagikan kepada rakyat yang membutuhkan”.
Sunan Bonang   : “ Niatmu untuk menolong sesama itu bagus, tapi caramu yang tidak benar , apa kamu membasuh dengan air kotor, tubuhmu akan menjadi bersih? Merampok itu perbuatan dosa apapun alasannya. Sedangkan hasilnya kamu bagikan pada rakyat, apa kamu mau membagi dosamu dengan mereka semua? Kalau kamu mau harta lihatlah itu anak muda” menunjuk pohon dengan tongkatnya. ”Itu pohon berbuah emas, itu halal anak muda, ambilah sesukamu..” sambil berjalan….
                Loka Jaya kaget menghampiri pohon itu, memanjat dan mengambil buah yang dikiranya emas. Nafsu yang menguasai sehingga ia terjatuh, dan buah itu menimpa tubuhnya, berubah menjadi wujud aslinya, yaitu pohon buah kolang kaling. Setelah sadar Loka Jaya terkejut, ternyata buah yang dikiranya emas hanyalah kolang-kaling. Dia baru menyadari kalau orang tua yang di hadapannya tadi bukan orang sembarangan. Dia mau berguru, maka dikejarnya orang tua itu.



                Setting 3 (Di pinggir Sungai Terusan Bengawan Solo).
                Ketika napasnya hampir terputus, Loka Jaya baru bisa menyusul orang tua itu, di pinggir Sungai Terusan Bengawan Solo, Loka Jaya bersimpuh di hadapan orng tua tadi.
Loka Jaya             : “Izinkan aku tau siapa kamu orang tua?”.
Sunan Bonang   : “Orang-orang menyebutku Sunan Bonang”.
Loka Jaya             : “Kanjeng Sunan, izinkan saya berguru, saya ingin menebus semua kesalahan saya”.
Sunan Bonang   : “Aku sebenarnya tau siapa dirimu anak muda, kamu putra Adhipati Tuban. Apa kamu sudah siap lahir batinmu untuk berguru kepadaku?”
Loka Jaya             : “Lahir batin saya sudah siap Kanjeng Sunan, apa pun yang Kanjeng Sunan perintahkan akan saya junjung tinggi”.
Sunan Bonang   : “Baiklah anak muda, tapi aku sedang ada keperluan ke Istana Demak. Tunggu aku di sini (sambil menancapkan tongkatnya), jangan pernah pergi sebelum aku kembali!”.
Loka Jaya             : “Baik Kanjeng Sunan….”
                Sepeninggal Sunan Bonang, Loka Jaya atau Raden Said duduk bersila di depan tongkat yang ditancapkan Sunan Bonang tadi.
                Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, dan bulan  pun berganti tahun. Tubuhnya dipenuhi tumbuhan dan semak belukar, tak terasa 3 tahun sudah Raden Said atau Loka Jaya, bertapa menunggu kedatangan Sunan Bonang. Suatu ketika Sunan Bonang melintasi wilayah itu dan baru teringat dengan Raden Said. Ketika Sunan Bonang datang ke tempat dulu ia menancapkan tongkatnya, Raden Said tidak terlihat, yang ada hanya gerombolan semak belukar. Ketika didekati, tenyata itu tubuh Said yang ditumbuhi  semak belukar. Dengan terenyuh dibersihkan tubuh Said dari semak belukar. Sunan Bonang mencoba membangunkan Said dari pertapaannya, tapi Said tidak bisa dibangunkan dengan cara biasa. Sunan Bonang tersenyum dia tahu kalau Raden Said mendapatkan ma’rifat dari Allah, maka tidak ada cara lain untuk membangunkannya selain dengan adzan di telinga kanan dan dikhomati di telinga kiri. Barulah Raden Said terbangun dari tapanya.
Sunan Bonang   : “Assalammu’alaikum Said”.
Loka Jaya             : “Wa’alaikum salam Kanjeng Sunan”.
Sunan Bonang   : “Alhamdulillah kamu berhasil menyelesaikan ujianmu, kamu mendapat hidayah dari Allah dalam Ma’rifat lahiriyahmu juga batiniyahmu. Pakailah pakaian ini Said (menyerahkan baju berupa jubah dan sorban putih). Kamu akan menggenapi wali di Demak, menjadi wali songo”.
Loka Jaya             : “Tidak Kanjeng Sunan, biarlah saya memakai pakaian serba hitam ini… Dengan begini saya akan selalu mengingat akan dosa-dosa saya, maka saya akan berusaha untuk memperbaiki diri.
Sunan Bonang   : “Baiklah Said kalau itu yang menjadi keputusanmu, karena selama 3 tahun kamu bertapa di sini, aku memberimu nama Jaga Kali, tapi orang-orang akan mengenalmu dan menyebutmu sebagai Sunan Kali Jaga…”



Kesimpulan dari cerita Sunan Kali Jaga ini adalah sebagai berikut:
1.       Apa yang kita ucapkan sebaiknya itu yang kita jalankan, jadi kita akan dipercaya oleh sesama.
2.       Kita harus perduli kepad sesama, menolong pada yang membutuhkan, tapi hendaklah pertolongan kita atau bantuan kita dengan cara yang benar.
3.       Kalau kita punya keinginan dan mau menjalani dengan sungguh-sungguh juga dengan sepenuh hati niscaya Allah pasti akan mengabulkannya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

puisiku hari ini.

SANG SURYA

Di ujung timur dia bertahta…
Sendirian tanpa teman…
Seluruh jagad membutuhkan kehadirannya..
Namun apakah ada yang memperdulikan?

Kebaikan yang dia tanam..
Belum tentu kebaikan pula yang diterima..
Kasih sayang yang dia berikan..
Kebencian yang dia dapatkan..




Cinta tak setia…
Jika nur di ujung timur telah bertahta,
Sendirian tanpa teman..
Izinkan aku mengenalmu.
Ketika nur karna menyejukkan hati,
Dengan hembus lembut angin
Dan tak menyilaukan mata dengan tahtanya..
Izinkan aku menjadi Sang Zahra.
Yang tertanam di Sahara..
Yang haus akan cinta, kasih dan sayangmu.
      Kenallah aku sebagai setitik nur dalam kalbumu..
      Sebagai setetes air dalam haus cintamu..
      Dan sebagai taman cinta yang menjadikanmu musafir..
Ketahuilah, aku tidak setia,
Karena ketika azal memisahkan..
Tak tergesa ku mengikutimu..
      Karena aku bukanlah ratu...
      Yang dapat berbela pati tuk kesetiaan.
Namun aku hanyalah umat..
Yang sedang dilanda rasa..

Yaitu… Rasa Cinta.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

lingkungan sekitar


_Keindahan dan kerusakan alam_
Secara hukum alam, bumi itu begitu indah, keindahannya menyejukan dan memberi kebugaran bagi jiwa dan raga setiap insan manusia. Namun dibalik kenikmatan semua itu, manusia lalai akan kewajibannya yaitu menjaga kelestarian alam, akhirnya yang terjadi yaitu kerusakan alam. Kerusakan alam faktor penyebabnya dikelompokkan menjadi dua, yaitu faktor proses alam, dan faktor aktivitas manusia. Dengan adanya pengelompokan faktor penyebab terjadinya kerusakan alam, kita semua dapat mempelajari peristiwa tersebut dan menemukan solusinya bagaimana caranya agar dapat lepas dari kerusakan lingkungan tersebut.
Kerusakan lingkungan sekitar yang terjadi karena proses alam diklasifikasikan menjadi dua yaitu bersifat tektonis dan vulkanis. Proses bumi berupa tektonis yaitu pergeseran lempeng dapat menyebabkan kerusakan lingkungan yang berupa gempa. Proses bumi vulkanis yaitu pergeseran lempeng dapat menyebabkan kerusakan lingkungan berupa gunung meletus, dan tektonis serta vulkanis juga dapat menyebabkan tsunami. Kerusakan lingkungan sekitar yang terjadi karena aktivitas manusia diklasifikasikan adanya sampah, polusi udara dan limbah beracun.
Sampah yang merusak lingkungan sekitar dikelompokkan menjadi dua yaitu sampah organik dan sampah non organik. Sampah organik yaitu sampah yang dapat diuraikan oleh organisme, sampah-sampah organik biasanya dapat kita jumpai di dapur, yaitu sisa-sisa sayuran, atau benda-benda yang bersifat tumbuhan. Sedangkan sampah non organik yaitu sampah yang tidak dapat diuraikan oleh organisme, dikelompiokkan sebagai berikut: plastik, karet, kaleng, kaca, kain perca dan sebagainya.
Polusi udara, polusi udara ini biasanya bersumber dari polutan asap kenalpot, pabrik parfum, serta pabrik-pabrik lainnya yang melakukan proses produksi suatu benda yang menggunakan metode pembakaran. Limbah beracun, limbah-limbah beracun biasanya terdapat dibantaran perairan, entah itu sungai, pantai, waduk atau di tempat lainnya. Di tempat-tempat tersebut biasanya terdapat limbah dari pabrik yang mana kiranya rekan kerjanya belum ada rasa tanggung jawabnya untuk pembuangan limbah ke tempat yang lebih layak. Bahkan bukan hanya limbah pabrik, limbah rumah tanggapun biasanya kita jumpai di bantaran sungai, hal inipun sama halnya. Padahalkan interaksi alam dengan manusia sangat dibutuhkan tuk masa-masa yang akan datang, namun apa yang terjadi sama sekali tidak menjamin kualitas hidup masa yang akan datang.
 “Marilah teman ciptakan hal terkecil yang berguna di setiap detiknya, namun menjamin tuk masa yang akan datang. Sekian laporanku mengenai lingkungan sekitar kita, semoga dapat berintrofeksi diri, sehingga memberi jalan keluar yang baik tuk yang terbaik”.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

limbah Rumah Sakit


A.    PENGERTIAN LIMBAH RUMAH SAKIT
DEFENISI:
Limbah RS adalah  :Semua limbah yang dihasilkan oleh kegiatan RS dan kegiatan penunjang lainnya.Limbah RS bisa mengandung bermacam macam mikroorganisme bergantung pada jenis RS, tingkat pengolahan yang dilakukan sebelum dibuang.(Said,1999).
Limbah adalah bagian dari hasil produksi yang pada umumnya dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan yang kurang baik, namun jika limbah tersebut dapat dimanfaatkan atau didaur ulang kembali menjadi produk yang sejenis atau jenis produk lainnya maka akan mempunyai nilai tambah (added value) yang sangat menguntungkan. Dari semua kegiatan-kegiatanrumah sakit, menghasilkan berbagai macam limbah berupa benda cair, padat dan gas.Pengelolaan limbah rumah sakit adalah bagian dari kegiatan penyehatan lingkungan di rumah sakit yang bertujuan untuk melindungi masyarakat dari bahaya pencemaran lingkungan yang bersumber dari limbah rumah sakit.(Shahib dan djustiana,1998).
Jenis jenis limbah RS :
A.Limbah klinik.
Limbah dihasilkan selama pelayanan pasien secara rutin,pembedahan dan di unit-unit resiko tinggi.
B.     Limbah patologi
Limbah ini juga dianggap beresiko tinggi dan sebaiknya diotoklaf sebelum keluar dari unit patologi.
C.     Limbah bukan klinik
Limbah ini meliputi kertas-kertas pembungkus atau kantong dan plastik yang tidak berkontak dengan cairan badan.
D .Limbah dapur
Limbah ini mencakup sisa –sisa makanan dan air kotor.
E.Limbah radioaktif.
Walaupun limbah ini tidak menimbulkan persoalan pengendalian infeksi di RS, pembuangannya secara aman perlu diatur dengan baik.

Sesuai dalam UU No. 9 tahun 1990 tentang Pokok-pokok Kesehatan, bahwa setiap warga berhak memperoleh derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.Ketentuan tersebut menjadi dasar bagi pemerintah untuk menyelenggarakan kegiatan yang berupa pencegahan dan pemberantasan penyakit, pencegahan dan penanggulangan pencemaran, pemulihan kesehatan, penerangan dan pendidikan kesehatan kepada masyarakat (Siregar, 2001).
Upaya perbaikan kesehatan masyarakat dapat dilakukan melalui berbagai macam cara, yaitu pencegahan dan pemberantasan penyakit menular, penyehatan lingkungan, perbaikan gizi, penyediaan air bersih, penyuluhan kesehatan serta pelayanan kesehatan ibu dan anak. Selain itu, perlindungan terhadap bahaya pencemaran lingkungan juga perlu diberi perhatian khusus.Rumah sakit merupakan sarana upaya perbaikan kesehatan yang melaksanakan pelayanan kesehatan dan dapat dimanfaatkan pula sebagai lembaga pendidikan tenaga kesehatan dan penelitian.Pelayanan kesehatan yang dilakukan rumah sakit berupa kegiatan penyembuhan penderita dan pemulihan keadaan cacat badan serta jiwa (Said dan Ineza, 2002).
Kegiatan rumah sakit menghasilkan berbagai macam limbah yang berupa benda cair, padat dan gas.Pengelolaan limbah rumah sakit adalah bagian dari kegiatan penyehatan lingkungan di rumah sakit yang bertujuan untuk melindungi masyarakat dari bahaya pencemaran lingkungan yang bersumber dari limbah rumah sakit. Unsur-unsur yang terkait dengan penyelenggaraan kegiatan pelayanan rumah sakit (termasuk pengelolaan limbahnya), yaitu (Giyatmi. 2003) :
  • Pemrakarsa atau penanggung jawab rumah sakit.
  • Pengguna jasa pelayanan rumah sakit.
  • Para ahli, pakar dan lembaga yang dapat memberikan saran-saran.
  • Para pengusaha dan swasta yang dapat menyediakan sarana dan fasilitas yang diperlukan.
Upaya pengelolaan limbah rumah sakit telah dilaksanakan dengan menyiapkan perangkat lunaknya yang berupa peraturan-peraturan, pedoman-pedoman dan kebijakan-kebijakan yang mengatur pengelolaan dan peningkatan kesehatan di lingkungan rumah sakit.Di samping itu secara bertahap dan berkesinambungan Departemen Kesehatan mengupayakan instalasi pengelolaan limbah rumah sakit.Sehingga sampai saat ini sebagian rumah sakit pemerintah telah dilengkapi dengan fasilitas pengelolaan limbah, meskipun perlu untuk disempurnakan.Namun harus disadari bahwa pengelolaan limbah rumah sakit masih perlu ditingkatkan lagi (Barlin, 1995).
Rumah sakit merupakan salah satu sarana kesehatan sebagai upaya untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan masyarakat tersebut. Rumah sakit sebagai salah satu upaya peningkatan kesehatan tidak hanya terdiri dari balai pengobatan dan tempat praktik dokter saja, tetapi juga ditunjang oleh unit-unit lainnya, seperti ruang operasi, laboratorium, farmasi, administrasi, dapur, laundry, pengolahan sampah dan limbah, serta penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan.
Air limbah rumah sakit adalah seluruh buangan cair yang berasal dari hasil proses seluruh kegiatan rumah sakit yang meliputi : limbah domestik cair yakni buangan kamar mandi, dapur, air bekas pencucian pakaian, limbah cair klinis yakni air limbah yang berasal dari kegiatan klinis rumah sakit misalnya air bekas cucian luka, cucian darah. dan lainnya, air limbah laboratorium, dan lain-lain (Said, 2003).
Sampah dan limbah rumah sakit adalah semua sampah dan limbah yang dihasilkan oleh kegiatan rumah sakit dan kegiatan penunjang lainnya.Secara umum sampah dan limbah rumah sakit dibagi dalam dua kelompok besar, yaitu sampah atau limbah klinis dan non klinis baik padat maupun cair. Bentuk limbah klinis bermacam-macam dan berdasarkan potensi yang terkandung di dalamnya dapat dikelompokkan sebagai berikut : Limbah benda tajam adalah obyek atau alat yang memiliki sudut tajam, sisi, ujung atau bagian menonjol yang dapat memotong atau menusuk kulit seperti jarum hipodermik, perlengkapan intravena, pipet pasteur, pecahan gelas, pisau bedah. Semua benda tajam ini memiliki potensi bahaya dan dapat menyebabkan cedera melalui sobekan atau tusukan.Benda-benda tajam yang terbuang mungkin terkontaminasi oleh darah, cairan tubuh, bahan mikrobiologi, bahan beracun atau radioaktif.
Limbah infeksius mencakup pengertian sebagai berikut: Limbah yang berkaitan dengan pasien yang memerlukan isolasi penyakit menular (perawatan intensif). Limbah laboratorium yang berkaitan dengan pemeriksaan mikrobiologi dari poliklinik dan ruang perawatan/isolasi penyakit menular.Limbah jaringan tubuh meliputi organ, anggota badan, darah dan cairan tubuh, biasanya dihasilkan pada saat pembedahan atau otopsi. Limbah sitotoksik adalah bahan yang terkontaminasi atau mungkin terkontaminasi dengan obat sitotoksik selama peracikan, pengangkutan atau tindakan terapi sitotoksik.Limbah farmasi ini dapat berasal dari obat-obat kadaluwarsa, obat-obat yang terbuang karena batch yang tidak memenuhi spesifikasi atau kemasan yang terkontaminasi, obat- obat yang dibuang oleh pasien atau dibuang oleh masyarakat, obat-obat yang tidak lagi diperlukan oleh institusi bersangkutan dan limbah yang dihasilkan selama produksi obat- obatan. Limbah kimia adalah limbah yang dihasilkan dari penggunaan bahan kimia dalam tindakan medis, veterinari, laboratorium, proses sterilisasi, dan riset. Limbah radioaktif adalah bahan yang terkontaminasi dengan radioisotop yang berasal dari penggunaan medis atau riset radio nukleida.
Selain sampah klinis, dari kegiatan penunjang rumah sakit juga menghasilkan sampah non klinis atau dapat disebut juga sampah non medis.Sampah non medis ini bisa berasal dari kantor/administrasi kertas, unit pelayanan (berupa karton, kaleng, botol), sampah dari ruang pasien, sisa makanan buangan; sampah dapur (sisa pembungkus, sisa makanan/bahan makanan, sayur dan lain-lain).Limbah cair yang dihasilkan rumah sakit mempunyai karakteristik tertentu baik fisik, kimia dan biologi.Limbah rumah sakit bisa mengandung bermacam-macam mikroorganisme, tergantung pada jenis rumah sakit, tingkat pengolahan yang dilakukan sebelum dibuang dan jenis sarana yang ada (laboratorium, klinik dll).Tentu saja dari jenis-jenis mikroorganisme tersebut ada yang bersifat patogen. Limbah rumah sakit seperti halnya limbah lain akan mengandung bahan-bahan organik dan anorganik, yang tingkat kandungannya dapat ditentukan dengan uji air kotor pada umumnya seperti BOD, COD, TTS, pH, mikrobiologik, dan lain-lain.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

pengetahuan tentang Eugene Dubois


Peserta didik diberi pertanyaan sebagai berikut:
1.    Siapa Eugene Dubois?
2.    *Apa yang kalian tahu tentang museum Trinil? **Buatlah karya ilmiah (2-3 halaman) dengan tajuk “Sangiran Laboratorium manusia purba”. ***mengenal manusia purba.
1.Eugene Dubois ialah orang yang pertama kali tertarik untuk meneliti manusia purba di Trinil. Yang mana kiranya dalam penelitiannya menemukan manusia purba jenis Pithecanthropus, serta jenis-jenis homo. Homo yang di maksud yaitu Homo Jayanensis,Homo Soloensis, Homo Sapiens Achaik, Homo Sapiens Neandertahlman Asia, Homo Sapiens Wajakensis (Tulungagung), dan Homo Modernman. “Eugene Dubois orang yang dalam hidupnya banyak mengabdikan dirinya untuk menggali manusia purba”
2. *Museum Trinil ialah museum yang terletak di daerah kali (sungai) di Bengawan Solo. Museum ini terletak di daerah kali Bengawan Solo disebabkan, bahwa banyaknya penemuan fosil ataupun artefak yang membuktikan bahwa fosil dan artefak tersebut ada pada masa manusia purba Trinil.
**Pada awalnya Sangiran adalah sebuah kubah yang dinamakan Kubah Sangiran. Puncak kubah ini kemudian melalui proses erosi sehingga membentuk depresi. Pada depresi itulah dapat ditemukan lapisan tanah yang mengandung informasi tentang kehidupan di masa lampau. Museum Sangiran beserta situs arkeologinya, selain menjadi obyek wisata yang menarik juga merupakan arena penelitian tentang kehidupan pra sejarah terpenting dan terlengkap di Asia, bahkan dunia.

   Sangiran adalah sebuah situs arkeologi (Situs Manusia Purba) di Jawa,Indonesia. Sangiran terletak di sebelah utara Kota Solo dan berjarak sekitar 15 km (tepatnya di desa krikilan, kec. Kalijambe, Kab.Sragen).  Gapura Situs Sangiran berada di jalur jalan raya Solo–Purwodadi dekat perbatasan antara Gemolong dan Kalioso (Kabupaten Karanganyar). Gapura ini dapat dijadikan penanda untuk menuju Situs Sangiran, Desa Krikilan. Jarak dari gapura situs Sangiran menuju Desa Krikilan ± 5 km.
      
Situs sangiran tidak hanya memberikan gambaran tentang evolusi fisik manusia saja, akan tetapi memberikan gambaran tentang evolusi budaya, binatang dan juga lingkungan. Beberapa fosil yang ditemukan dalam seri geologia-strategis yang diendapankan tanpa terputus serlama lebih dari dua juta tahun, menunjukan tentang hal itu. Situs sangiran telah diakui sebagai salah satu pusat evolusi manusia di dunia. Situs ini ditetapkan secara resmi sebagai “warisan dunia pada tahun 1996, yang tercantum dalam nomor 593 daftar warisan dunia.

 Ditemukan lebih dari 13.685 fosil 2.931 fosil ada di Museum, sisanya disimpan di gudang penyimpanan. Sebagai World Heritage List (Warisan Budaya Dunia). Museum ini memiliki fasilitas-fasilitas diantaranya: ruang pameran (fosil manusia, binatang purba), laboratorium, gudang fosil, ruang slide, menara pandang, wisma Sangiran dan kios-kios souvenir khas Sangiran.

Koleksi museum Sangiran
1.      Fosil manusia, antara lain Australopithecus africanus , Pithecanthropus mojokertensis (Pithecantropus robustus ), Meganthropus palaeojavanicus , Pithecanthropus erectus, Homo soloensis , Homo neanderthal Eropa, Homo neanderthal Asia, dan Homo sapiens .
2.      Fosil binatang bertulang belakang, antara lain Elephas namadicus (gajah),Stegodon trigonocephalus (gajah), Mastodon sp (gajah), Bubalus palaeokarabau (kerbau), Felis palaeojavanica (harimau), Sus sp (babi),Rhinocerus sondaicus (badak), Bovidae (sapi, banteng), dan Cervus sp(rusa dan domba).
3.      Fosil binatang air, antara lain Crocodillus sp (buaya), ikan dan kepiting, gigi ikan hiu, Hippopotamus sp (kuda nil), Mollusca (kelas Pelecypodadan Gastropoda ), Chelonia sp (kura-kura), dan foraminifera .
4.      Batu-batuan , antara lain Meteorit/Taktit, Kalesdon, Diatome, Agate, Ametis
5.      Alat-alat batu, antara lain serpih dan bilah, serut dan gurdi, kapak persegi, bola batu dan kapak perimbas-penetak

      Upaya pemerintah yang dicanangkan untuk mengembangkan situs Manusia Purba Sangiran antara lain :
·         Melengkapi kompleks Museum Manusia Purba Sangiran dengan bangunan audio visual di sisi timur museum. Dan Bupati Sragen mengubah interior ruang kantor dan ruang pertemuan menjadi ruang pameran tambahan.
·         Pemerintah merencanakan membuat museum yang lebih representative menggantikan museum yang ada secara bertahap. Didirikan bangunan perkantoran tiga lantai yang terdiri dari ruang basemen untuk gudang, lantai I untuk Laboratorium, dan lantai II untuk perkantoran. Program selanjutnya adalah membuat ruang audio visual, ruang transit untuk penerimaan pengunjung, ruang pameran bawah tanah, ruang pertemuan, perpustakaan, taman purbakala, dan lain-lain.
·         Menghadirkan investor – investor guna memaksimalkan pengadaan pembangunan yang lebih lanjut dengan didukung fasilitas – fasilitas yang memadai.
·         Melakukan beberapa pengenalan – pengenalan mengenai Situs Purbakala Sangiran kepada publik nasional.
 
***Manusia Purba adalah makhluk hidup zaman praaksara, yang membuktikan bahwa kehidupan pada zaman dahulu dengan zaman sekarang meliputi masa yang bertahap-tahap. Mulai dari masa Azoikum (zaman purba tertua, yang belum adanya tanda-tanda kehidupan), Paleozoikum (zaman manusia purba tua, yang mulai ada tanda kehidupan berupa adanya fosil floura dan fauna), Mesozoikum (zaman purba tengah, masa ini hewan mamalia, ampibi, burung dan tumbuh-tumbuhan berbunga mulai ada), dan Noezoikum (tersier dan quarter) hingga menuju masa yang sekarang, masa globalisasi yang modern.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

undangan pengajian.


Kepada yang terhormat.
Bapak/ ibu santri/ santri wati
Majelis Arrofi‘ul ‘amanati.
Di tempat.
                  Pertama-tama kami ucapkan selamat atas keberhasilan santri/santri wati yang telah berhasil dalam meraih ilmu agama. Yang mana kiranya akan bermanfaat di dunia maupun di akhirat kelak. Semoga saja ilmu yang telah di capai para santri/santri wati tidak hanya berhenti sampai di sini. Semoga saja santri-santri wati berkehendak untuk selalu meraih pahala tuk bekal kelak menuju al-jannah.
             
Berhubung sekang telah berjalannya bulan sya’ban yang mana kiranya akan menjelang bulan Ramadhan. Maka pengajian majelis Arrofi‘ul amanati akan menyelenggarakan penutupan Majelis yang akan dilaksanakan pada tanggal 29 Juni 2013 (hari minggu malam senin).

              Sungguh kesan yang mendalam akan terukir di hati kami, apabila bapak/ibu santri/santri wati telah bersedia untuk membantu berjalannya acara penutupan majelis Arrofi‘ul amanati kami ini.

              Sekian hatur kami yang kami ucapkan untuk mengundang bapak/ibu sekalian. Dengan senang hati undangan kami telah bapak/ibu hadiri. Sekian & terima kasih.
Wassalammu ‘alaikum.wr.wb.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS